Benarkah Langsung Tidur Usai Sahur Itu Berbahaya?
Ramadan 2026 akan datang lagi. Seperti biasa, ritme hidup kita pun berubah total. Waktu makan dan tidur jadi jungkir balik. Sahur di dini hari seringkali berakhir dengan rasa kantuk yang berat, menggoda kita untuk langsung merebahkan badan kembali.
Namun begitu, kebiasaan yang terlihat sepele ini rupanya punya risiko. Terutama buat mereka yang punya masalah dengan asam lambung.
Secara medis, posisi tubuh setelah makan itu pengaruhnya besar. Lantas, sebenarnya aman nggak sih langsung tidur setelah santap sahur nanti?
Mengapa Kebiasaan Ini Bisa Bermasalah?
Coba bayangkan lambung kita seperti botol berisi cairan asam. Saat kita duduk atau berdiri, gravitasi membantu menahan isinya agar tetap di bawah. Pencernaan pun berjalan lebih tenang.
Nah, beda ceritanya kalau kita langsung telentang. Tanpa bantuan gravitasi, asam lambung yang penuh tadi gampang banget naik ke arah kerongkongan. Inilah awal mula masalahnya.
Dampaknya Bisa Beragam
Asam Lambung Naik (GERD) jadi ancaman paling jelas. Perut yang penuh meningkatkan tekanan. Kalau langsung tidur, katup penahan asam di ujung kerongkongan bisa kewalahan. Akibatnya? Asam dan sisa makanan naik balik. Gejalanya mulai dari mual, panas di dada, sampai kembung. Tentu saja, kondisi ini bakal mengganggu kekhusyukan puasa seharian.
Lemak Menumpung juga patut diwaspadai. Soalnya, metabolisme tubuh melambat drastis saat tidur. Kalori dari sahur yang mestinya dibakar untuk aktivitas malah disimpan jadi lemak. Kalau kebiasaan ini berlanjut sebulan penuh, jangan heran kalau timbangan bergerak ke kanan.
Di sisi lain, tidur jadi nggak nyenyak. Meski mata terpejam, tubuh kita sebenarnya sibuk mencerna. Alhasil, istirahat jadi nggak maksimal. Bisa-bisa bangun malah merasa lelah, padahal baru saja tidur.
Lalu, Apa Kata Dokter?
Menurut dr. Coana Sukmagautama, spesialis penyakit dalam dari RS UNS Solo, kebiasaan ini memang kurang baik. Posisi tidur dengan perut penuh sangat memicu naiknya asam lambung.
Ia menjelaskan, butuh waktu sekitar 2-4 jam bagi lambung untuk memproses makanan. Pada orang dengan gangguan pencernaan, prosesnya bahkan bisa lebih lama, sampai enam jam.
"Sebaiknya beri jeda minimal dua jam sebelum berbaring," sarannya.
Misalnya, sahur selesai jam 1 pagi, baru aman untuk rebahan sekitar jam 3. Bagi yang lambungnya sensitif, jeda ini wajib hukumnya. Kalau ngantuk banget sebelum waktunya, coba duduk atau bersandar saja dulu. Jangan langsung telentang.
Jadi, Berbahaya atau Tidak?
Jawabannya nggak mutlak. Tapi risikonya jelas ada, apalagi buat yang punya riwayat maag atau GERD. Intinya, beri waktu bagi tubuh untuk mencerna.
Dengan mengatur jeda antara makan dan tidur, kita bukan cuma menghindari sakit perut. Tapi juga menjaga kualitas tidur dan berat badan. Dengan begitu, ibadah puasa di Ramadan 2026 bisa tetap lancar dan tubuh pun tetap fit.
Artikel Terkait
Netanyahu Setujui Gencatan Senjata 10 Hari dengan Lebanon, Pasukan Israel Tetap di Zona Keamanan
Indonesia Siap Ekspor Pupuk Urea ke India, Pastikan Stok Dalam Negeri Aman
Messi Resmi Jadi Pemilik Klub Divisi Lima Spanyol, UE Cornellà
Ketua Ombudsman Ditahan, Tersangka Suap Rp1,5 Miliar Terkait Nikel