Dokter Ingatkan Risiko Langsung Tidur Usai Sahur bagi Kesehatan Lambung

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:00 WIB
Dokter Ingatkan Risiko Langsung Tidur Usai Sahur bagi Kesehatan Lambung

Benarkah Langsung Tidur Usai Sahur Itu Berbahaya?

Ramadan 2026 akan datang lagi. Seperti biasa, ritme hidup kita pun berubah total. Waktu makan dan tidur jadi jungkir balik. Sahur di dini hari seringkali berakhir dengan rasa kantuk yang berat, menggoda kita untuk langsung merebahkan badan kembali.

Namun begitu, kebiasaan yang terlihat sepele ini rupanya punya risiko. Terutama buat mereka yang punya masalah dengan asam lambung.

Secara medis, posisi tubuh setelah makan itu pengaruhnya besar. Lantas, sebenarnya aman nggak sih langsung tidur setelah santap sahur nanti?

Mengapa Kebiasaan Ini Bisa Bermasalah?

Coba bayangkan lambung kita seperti botol berisi cairan asam. Saat kita duduk atau berdiri, gravitasi membantu menahan isinya agar tetap di bawah. Pencernaan pun berjalan lebih tenang.

Nah, beda ceritanya kalau kita langsung telentang. Tanpa bantuan gravitasi, asam lambung yang penuh tadi gampang banget naik ke arah kerongkongan. Inilah awal mula masalahnya.

Dampaknya Bisa Beragam

Asam Lambung Naik (GERD) jadi ancaman paling jelas. Perut yang penuh meningkatkan tekanan. Kalau langsung tidur, katup penahan asam di ujung kerongkongan bisa kewalahan. Akibatnya? Asam dan sisa makanan naik balik. Gejalanya mulai dari mual, panas di dada, sampai kembung. Tentu saja, kondisi ini bakal mengganggu kekhusyukan puasa seharian.

Lemak Menumpung juga patut diwaspadai. Soalnya, metabolisme tubuh melambat drastis saat tidur. Kalori dari sahur yang mestinya dibakar untuk aktivitas malah disimpan jadi lemak. Kalau kebiasaan ini berlanjut sebulan penuh, jangan heran kalau timbangan bergerak ke kanan.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar