Suasana di lokasi pameran cukup menarik diamati. Antusiasme pengunjung terasa. Banyak yang melambatkan langkah, matanya tertahan pada satu bingkai foto, lalu hening sejenak membaca cerita di balik gambar itu.
“Foto-foto ini bikin perjuangan perempuan makin ter-highlight. Sebagai sesama perempuan saya tau betul perjuangan beratnya, saya jadi langsung ingat sosok ibu, dan rasanya lebih terharu sekarang,”
begitu ungkap seorang pengunjung, dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (12/01/2026).
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan harapannya. Menurutnya, kegiatan semacam ini bisa memperkuat narasi pemberdayaan lewat dokumentasi visual. Ia juga ingin menunjukkan bagaimana perempuan kerap menjadi pusat ketahanan dan agen perubahan dalam keseharian.
Pada akhirnya, pameran ini jadi lebih dari sekadar pajangan karya seni. Di tengah hiruk-pikuk mobilitas ibu kota, ia berfungsi sebagai pengingat. Bahwa banyak langkah hidup bertumpu pada perempuan-perempuan yang terus menyala, bagai lentera bagi keluarga dan lingkungan di sekelilingnya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4.0 Guncang Naganraya Aceh di Kedalaman Dangkal
Trump Siap Kerahkan Kekuatan Militer ke Iran, Tapi Ada Komunikasi Rahasia di Balik Layar
Khamenei Samakan Trump dengan Firaun, Ramalkan Keruntuhan Serupa
KPK Periksa Tokoh NU Terkait Dugaan Intervensi Biro Travel dalam Kuota Haji