Tujuh Remaja Diamankan Saat Hendak Tawuran Dini Hari di Palmerah

- Senin, 12 Januari 2026 | 00:20 WIB
Tujuh Remaja Diamankan Saat Hendak Tawuran Dini Hari di Palmerah

Dini hari yang sepi di Palmerah, Jakarta Barat, mendadak ricuh. Polisi berhasil meringkus tujuh remaja yang diduga sedang bersiap untuk tawuran. Kejadiannya di Jalan Kemanggisan Pulo, tepatnya pada Minggu dini hari tadi, sekitar pukul empat pagi.

Informasi awal datang dari panggilan warga ke nomor darurat 110. Begitu mendapat laporan, petugas patroli Polres Metro Jakbar langsung bergerak cepat ke lokasi. Dan benar saja, sekelompok anak muda terlihat sedang berkumpul dengan situasi yang mencurigakan.

Kapolsek Palmerah, Kompol Gomos Simamora, menjelaskan kronologinya.

"Tim Patroli Perintis Presisi kami segera mendatangi tempat kejadian. Di sana, mereka menemui sekelompok remaja yang diduga tengah bersiap untuk berkelahi," ujar Gomos, Minggu (11/1).

Tanpa banyak basa-basi, polisi langsung membubarkan kerumunan itu. Tujuh orang di antaranya tak sempat kabur dan berhasil diamankan. Bukan cuma orangnya, petugas juga menyita barang bukti yang cukup mengerikan: dua celurit dan satu senjata tajam jenis corbek.

Semua remaja yang diamankan, beserta senjata tajam itu, langsung dibawa ke Polsek Palmerah untuk diperiksa lebih detail. Menurut Gomos, pemeriksaan masih terus berlangsung untuk mengungkap motif dan rencana mereka sebenarnya.

Di sisi lain, polisi juga mengeluarkan imbauan. Mereka meminta peran serta orang tua dan masyarakat untuk lebih awas. Pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama di jam-jam rawan seperti larut malam hingga dini hari, dinilai sangat krusial.

"Kami juga berharap masyarakat tidak ragu untuk melaporkan segala hal yang mencurigakan ke call center 110. Ini demi menciptakan lingkungan yang benar-benar aman untuk kita semua," tutup Gomos.

Insiden ini kembali menyoroti masalah tawuran yang kerap terjadi di ibu kota. Meski berhasil dicegah, nuansa mencekam di lokasi sempat mengganggu ketenangan warga sekitar yang terbangun oleh keributan itu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar