Lewat sebuah unggahan di media sosial X, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyamakan Donald Trump dengan firaun kuno. Tak tanggung-tanggung, dia juga memperingatkan bahwa nasib Presiden AS itu akan berakhir tragis, persis seperti keruntuhan kekuasaan para penguasa Mesir kuno itu.
Unggahan yang dilansir Anadolu Agency pada Selasa (13/1/2026) itu menyertakan gambar yang cukup provokatif: sebuah sarkofagus bergaya firaun yang sedang runtuh, namun dengan wajah Donald Trump. Di bagian bawah gambar, tertulis pesan singkat dalam bahasa Persia: "Seperti Firaun."
Dalam keterangan berbahasa Persia, Khamenei kemudian menguraikan pandangannya. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa penguasa-penguasa arogan yang berambisi mendominasi dunia selalu jatuh pada puncak kejayaan mereka. Dia menyebut beberapa nama, mulai dari Firaun dan Nimrod dalam kisah kuno, hingga Reza Khan dan Mohammad Reza dari era modern Iran.
"Yang ini pun akan digulingkan,"
tandas Khamenei, menyempurnakan peringatan kerasnya.
Pernyataan ini tentu bukan muncul dari ruang hampa. Unggahan Khamenei muncul di tengah memanasnya ketegangan, menyusul sejumlah ancaman terbaru dari Trump terhadap kepemimpinan Iran. Trump disebut-sebut membuat pernyataan yang berkaitan dengan gelombang protes dan kerusuhan internal yang terjadi di negara tersebut.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga tak kalah vokal. Dia secara tegas menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik kekacauan yang mencoba menggoyang Iran.
"AS dan Israel mengatakan... 'Kami mendukung kalian'. Orang-orang yang sama yang membunuh anak-anak dan bayi di negara kita menyuruh para perusuh ini untuk pergi dan menghancurkan, serta membakar,"
kata Pezeshkian dengan nada keras.
Dalam pesannya kepada generasi muda Iran, dia berusaha mengingatkan agar mereka tidak mudah terprovokasi. Pezeshkian meminta keluarga-keluarga untuk lebih waspada dan menjaga anak-anak mereka agar tidak terbujuk untuk bergabung dengan apa yang disebutnya sebagai "para perusuh dan teroris". Situasinya memang tegang, dan retorika dari kedua belah pihak sepertinya belum akan mereda dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Tembus Final Perdana Indonesia Open 2026, Bukti Nyata Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
Pemprov DKI Akan Naikkan Tarif Transjabodetabek dan Bus Bandara Soekarno-Hatta, Subsidi APBD Dinilai Terlalu Tinggi
Yordania Hukum Mati Warga yang Bunuh Tiga Aparat dalam Penggerebekan Narkoba
SMA Triguna 1956 Gelar Tri Art Festival, Implementasi Project Based Learning untuk Asah Keterampilan Abad 21