Suasana hening di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kompleks BRI, Jalan KH Noer Ali, Bekasi Barat, mendadak berubah jadi riuh Minggu siang lalu. Warga yang sedang berziarah dibuat kaget bukan main. Di antara nisan dan pepohonan, mereka menemukan sesosok mayat tergeletak.
Lokasinya di RT 04 RW 02, Kelurahan Jakasampurna. Sekitar pukul satu siang, seorang warga melihat pemandangan yang mengerikan itu dan langsung melaporkannya ke Polsek Bekasi Barat. Laporan itu kemudian berlanjut ke tangan Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota.
Kasat Reskrim, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengonfirmasi temuan itu. Menurutnya, korban adalah seorang laki-laki muda.
“Usianya diperkirakan belum mencukupi umur, karena di bawah 17 tahun,”
kata Braiel, Senin (12/1/2026).
Saat ditemukan, kondisi jasad itu cukup memprihatinkan. Posisinya tengkurap, sebagian tubuhnya tertutup dedaunan kering. Ia memakai celana jeans biru dan kaus abu-abu lengan panjang. Di sekitarnya, polisi menemukan sepasang sandal dan sebuah alat vape. Yang lebih mencolok, ada ikat pinggang yang masih melilit lehernya.
Selain itu, korban punya ciri yang mudah dikenali: memakai kawat gigi. Bagian wajahnya juga tak utuh, terlihat memar-memar yang diduga kuat akibat benturan benda tumpul.
“Dari TKP awal, yang bersangkutan ditemukan di TPU dalam kondisi leher terjerat ikat pinggang,”
ujar Braiel menjelaskan.
Namun begitu, dia enggan berasumsi dulu soal penyebab kematian. Semuanya masih gelap. Timnya masih mengumpulkan titik-titik terang.
“Secara kasat mata, ada luka memar-memar di bagian muka. Nah, ini yang masih kita dalami,”
tuturnya lagi, menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung intensif.
Untuk kepentingan autopsi dan identifikasi lebih lanjut, jasad korban sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Proses penyelidikan, kata Braiel, masih terus digenjot.
“Masih kita dalami, kami telusuri lebih lanjut,”
katanya singkat.
Di sisi lain, polisi juga membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang mungkin mengenali korban. Ciri-cirinya jelas: remaja laki-laki, pakai kawat gigi, dengan luka memar di wajah.
“Mohon bantuan rekan-rekan, bisa dibantu agar kami dapat mengetahui identitas korban ini,”
pungkas Braiel berharap. Siapa dia? Dan apa yang sebenarnya terjadi di TPU sunyi itu? Pertanyaan itu masih menggantung, menunggu jawaban dari penyelidikan yang masih berjalan.
Artikel Terkait
Ghost in the Cell Dirilis di 86 Negara, Joko Anwar Angkat Horor Penjara dengan Kritik Sosial
Kisah di Balik Nama Unik Klinik Lacasino, Warisan dr. Farid Husain di Makassar
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Remaja 17 Tahun Ditahan Usai Bawa Kabur Pelajar Perempuan Selama Tiga Bulan