Di sisi lain, ancaman datang bukan cuma dari air. Tanah longsor terjadi di beberapa titik. Di Dawe saja, tercatat 24 titik longsor yang tersebar di sepuluh desa. Sementara di Gebog, ada 19 titik di dua desa. Kecamatan Bae juga terdampak dengan dua titik longsor di satu desa.
Dari tiga korban jiwa, salah satunya adalah AW (27), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae. Ia dilaporkan terseret arus sungai yang meluap pada Minggu (11/1).
Korban berikutnya, S (45) dari Desa Menawan, Kecamatan Gebog. Ia meninggal setelah tertimpa tebing yang longsor, juga pada hari Minggu.
Yang terakhir, seorang anak berusia lima tahun bernama INU. Bocah malang ini hanyut di Sungai Perak, Desa Karangbener, Kecamatan Bae. Tim SAR kemudian berhasil menemukannya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang, Budiono, mengonfirmasi kondisi tragis itu. "Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertutup material lumpur dan juga ranting-ranting yang terbawa arus," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (12/1).
Artikel Terkait
SBY Tegaskan Demokrat Harus Jadi Bagian Solusi di Tengah Tantangan Global
Prabowo Pilih Bermalam di IKN Usai Agenda Haru di Kalimantan
Bus Transjakarta Tabrak Tiang Listrik di Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka
SBY Tegaskan di Puncak Natal Demokrat: Mataharinya Hanya Satu, AHY