Trump dan Iran Saling Ancam, Dunia Cemas Awal Perang Baru

- Minggu, 11 Januari 2026 | 17:55 WIB
Trump dan Iran Saling Ancam, Dunia Cemas Awal Perang Baru

Ketegangan antara Washington dan Tehran kembali memanas. Kali ini, pemicunya adalah gelombang protes besar-besaran di dalam Iran. Presiden Donald Trump tak ragu menyoroti situasi itu, dengan peringatan keras agar Iran tidak menembaki para demonstran yang menentang pemerintahannya.

Di sisi lain, respons dari Tehran datang dengan nada yang tak kalah keras. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, balik memperingatkan bahwa militer AS dan Israel akan berubah menjadi "sasaran yang sah" jika Amerika benar-benar melancarkan serangan. Ancaman Trump, rupanya, ditanggapi dengan ancaman balik.

"Matilah Amerika!"

Seruan Ghalibaf itu bergema di depan para anggota parlemen, mengutip laporan yang beredar akhir pekan lalu. Suasana di ibu kota Iran digambarkan tegang, sementara dari luar negeri, banyak yang cemas. Kekhawatiran terbesar adalah bahwa pemadaman informasi yang terjadi bisa membuka jalan bagi tindakan represif dari kelompok garis keras di tubuh aparat keamanan Iran.

Mereka khawatir penindasan bisa berujung pada pertumpahan darah, meski sudah ada peringatan terbuka dari Trump yang menyatakan kesiapannya untuk bertindak membela demonstran damai.


Halaman:

Komentar