Sebelumnya, Trump memang secara terbuka menyatakan dukungan bagi para pengunjuk rasa. Lewat sebuah pesan yang dikutip beberapa media besar, ia menulis, "Iran sedang mengincar kebebasan, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!"
Nada itu tentu bukan sekadar retorika kosong. Menurut sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya, Trump memang telah diberikan beberapa opsi militer terkait Iran. Meski begitu, keputusan akhirnya sendiri konon belum diambil.
Peringatan juga datang dari Departemen Luar Negeri AS, secara terpisah. Pesannya singkat tapi jelas: "Jangan bermain-main dengan Presiden Trump. Ketika dia mengatakan akan melakukan sesuatu, dia bersungguh-sungguh."
Jadi, situasinya sekarang seperti bara dalam sekam. Ancaman dan peringatan saling bersahutan, sementara dunia menunggu langkah selanjutnya dari kedua pihak yang sama-sama keras kepala ini.
Artikel Terkait
Cemburu Buta Berujung Aib: Pacar Dianiaya dan Dipermalukan di Kendari
Iran Ancam AS dan Israel, Korban Kerusuhan Tembus 500 Jiwa
Piton Raksasa Telan Kambing Hidup-Hidup, Warga Buton Buru dan Tumpas
Semeru Muntahkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer, Status Tetap Siaga