Dia juga menyoroti kerusakan pada gedung diplomatik Qatar. "Gedung Kedutaan Qatar rusak tadi malam akibat drone Rusia," tambah Zelensky.
Ini ironis. Qatar, negara yang selama ini aktif jadi mediator dengan Rusia untuk upaya pembebasan tawanan perang dan warga sipil, justru melihat kantor perwakilannya ikut menjadi korban.
Serangan malam itu sungguh masif. Zelensky memaparkan, Rusia memborbardir dengan 13 rudal balistik termasuk jenis Oreshnik ditambah 22 rudal jelajah, dan melesatkan 242 drone ke berbagai sasaran.
Di sisi lain, para blogger militer Rusia mengklaim hal sedikit berbeda. Mereka menyebut rudal Oreshnik diarahkan untuk menghancurkan depot gas utama di wilayah Lviv, barat Ukraina.
Korban terus dihitung. Di antara yang tewas di Kyiv, kata Zelensky, adalah seorang petugas ambulans. Sebuah gambaran pilu tentang betapa tak ada yang benar-benar aman dalam peperangan ini.
Artikel Terkait
BNN Gerebek Lab Sintetis Tangerang, Koki Narkoba Diamankan
Megawati Hentikan Pesta HUT PDIP untuk Doakan Korban Bencana Sumatera
Tito Karnavian Keroyok Lumpur dan APBD untuk Pacu Pemulihan Bencana Sumatra
Tiang Listrik Jakarta: Dari Iklan Sedot WC hingga Kentongan Patroli Malam