Ibu kota Ukraina kembali bergemuruh. Serangan besar-besaran Rusia yang mengguncang Kyiv dan sekitarnya meninggalkan jejak kehancuran yang nyata. Tak kurang dari dua puluh bangunan tempat tinggal warga rusak parah. Bahkan, gedung Kedutaan Qatar pun tak luput dari hantaman drone Rusia yang terjadi tadi malam.
Menurut sejumlah saksi, serangan ini seolah jadi jawaban keras Moskow. Sebelumnya, proposal dari negara-negara Barat untuk mengakhiri invasi yang sudah berlarut-larut hampir empat tahun ditolak mentah-mentah oleh Kremlin.
Dari seluruh wilayah yang jadi sasaran, Kyiv-lah yang paling menderita. Korban jiwa berjatuhan. Setidaknya empat orang tewas dan lebih dari dua puluh lima lainnya menderita luka-luka dalam insiden terbaru ini.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dengan nada berat mengonfirmasi kerusakan tersebut.
"Dua puluh bangunan perumahan rusak," ujarnya.
Artikel Terkait
BNN Gerebek Lab Sintetis Tangerang, Koki Narkoba Diamankan
Megawati Hentikan Pesta HUT PDIP untuk Doakan Korban Bencana Sumatera
Tito Karnavian Keroyok Lumpur dan APBD untuk Pacu Pemulihan Bencana Sumatra
Tiang Listrik Jakarta: Dari Iklan Sedot WC hingga Kentongan Patroli Malam