Rencana kenaikan tarif TransJakarta ternyata tak jadi diterapkan, setidaknya untuk saat ini. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Nirwono Yoga, membenarkan bahwa penundaan ini dilakukan atas permintaan dari pemerintah pusat.
“Kenaikan itu ditunda karena atas permintaan pemerintah pusat,” ujar Nirwono.
Menurutnya, keputusan ini kemungkinan besar diambil lantaran situasi ekonomi yang lagi kurang bersahabat. “Ini pasti lebih kepada pertimbangan situasi ekonomi yang kurang kondusif,” tambahnya.
Pernyataan itu dia sampaikan dalam sebuah diskusi bertajuk 'Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran' di Jakarta, Jumat lalu. Nirwono melihat, pemerintah pusat tentu punya pertimbangan tersendiri, terutama soal daya beli masyarakat yang lagi tertekan. Makanya, permintaan untuk menunda kenaikan tarif pun disampaikan ke Pemprov DKI.
Jadi, kapan tarif bus itu bakal naik? Tampaknya kita harus menunggu lama. “Tentu mesti ada pertimbangan sampai kapannya sangat tergantung dengan kebijakan dari pemerintah pusat,” tegas Nirwono. Nasib kenaikan tarif sepenuhnya ada di tangan pemerintah pusat.
Artikel Terkait
Gunungan Sampah di Kramat Jati Diserbu 25 Truk, Warga Lega
Warga Sarinah Sambut JPO Baru, Tuntut Fasilitas Tak Sekadar Slogan
KPK Amankan Delapan Orang dalam OTT Dugaan Suap Pengurangan Pajak
Dasco Desak BPS: Data Kerusakan Pascabencana Harus Rampung dalam Satu Minggu