Rencana kenaikan tarif TransJakarta ternyata tak jadi diterapkan, setidaknya untuk saat ini. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Nirwono Yoga, membenarkan bahwa penundaan ini dilakukan atas permintaan dari pemerintah pusat.
“Kenaikan itu ditunda karena atas permintaan pemerintah pusat,” ujar Nirwono.
Menurutnya, keputusan ini kemungkinan besar diambil lantaran situasi ekonomi yang lagi kurang bersahabat. “Ini pasti lebih kepada pertimbangan situasi ekonomi yang kurang kondusif,” tambahnya.
Pernyataan itu dia sampaikan dalam sebuah diskusi bertajuk 'Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran' di Jakarta, Jumat lalu. Nirwono melihat, pemerintah pusat tentu punya pertimbangan tersendiri, terutama soal daya beli masyarakat yang lagi tertekan. Makanya, permintaan untuk menunda kenaikan tarif pun disampaikan ke Pemprov DKI.
Jadi, kapan tarif bus itu bakal naik? Tampaknya kita harus menunggu lama. “Tentu mesti ada pertimbangan sampai kapannya sangat tergantung dengan kebijakan dari pemerintah pusat,” tegas Nirwono. Nasib kenaikan tarif sepenuhnya ada di tangan pemerintah pusat.
Artikel Terkait
Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Diselamatkan Warga Setelah Terseret 100 Meter
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Lebanon Berlanjut, Tawarkan Negosiasi Damai
Dosen Universitas Budi Luhur Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan terhadap Mahasiswi
Iran Klaim Kemenangan dan Tegaskan Kendali Baru atas Selat Hormuz