Pascabencana di Sumatera, Badan Pusat Statistik (BPS) kini bersiap mendata kerusakan. Tak cuma hunian warga, infrastruktur fisik yang rusak pun akan jadi perhatian. Hal ini memantik pertanyaan dari Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Ia ingin tahu, berapa lama waktu yang dibutuhkan BPS untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
Dalam rapat Satgas Pemulihan Pascabencana di Banda Aceh akhir pekan lalu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan rencananya.
"Kami akan mengumpulkan data lengkap, Pak. Mulai dari hunian sampai infrastruktur fisik, kami data kondisinya," jelas Amalia.
Ia melanjutkan, "Misalnya, apakah kondisinya masih baik atau atapnya sudah rubuh. Data ini nantinya jadi dasar bagi satgas untuk mengklasifikasikan kerusakan, apakah berat, sedang, atau ringan."
Selain itu, tim BPS juga akan melakukan geotagging dan mendokumentasikan kondisi aktual di lapangan. Mendengar penjelasan itu, Dasco langsung menekankan pentingnya kecepatan. Baginya, data yang cepat berarti bantuan yang cepat pula untuk korban.
"Baik, kira-kira pendataannya butuh berapa lama, Bu?" tanya Dasco. "Kalau bisa cepat, fasilitas dan hak masyarakat terdampak juga bisa lebih cepat turun."
Amalia pun memberi perkiraan waktu. "Kami rencanakan sekitar dua minggu, Pak, agar lapangan selesai di akhir bulan. Tapi untuk respons cepat, kami bisa selesai dalam dua hari."
Namun begitu, Dasco rupanya punya target yang lebih ketat. Ia meminta pendataan bisa dipadatkan jadi hanya seminggu. Alasannya, satgas pemerintah menilai dua minggu terlalu lama.
"Bisa diminta seminggu tidak?" pinta Dasco. "Waktunya memang mendesak. Dari pembicaraan tadi, kita ingin semua daerah tertangani bertahap dan mitigasi selesai sebelum Lebaran."
Nada rapat pun terasa mendesak. Di satu sisi, BPS harus memastikan data akurat. Di sisi lain, tekanan waktu untuk segera menyalurkan bantuan bagi korban bencana terasa sangat kuat.
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Terima Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Polisi Tangkap Dua Pelajar Pembacok Pelajar di Palmerah, Satu di Antaranya Masih di Bawah Umur
Kapolri Buka Peluang Polri Jalankan Kebijakan Strategis Nasional atas Perintah Presiden
Direktur PTPN: Talenta Muda Kunci Transformasi Perkebunan di Tengah Tekanan Global