Gunungan Sampah di Kramat Jati Diserbu 25 Truk, Warga Lega

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:40 WIB
Gunungan Sampah di Kramat Jati Diserbu 25 Truk, Warga Lega

Bau menusuk dan gunungan sampah yang kian membubung di belakang Pasar Induk Kramat Jati akhirnya memaksa Dinas Lingkungan Hidup DKI turun tangan. Mereka tak main-main, langsung mengerahkan 25 unit kendaraan bantuan untuk menyerbu lokasi. Targetnya ambisius: bersihkan semua tumpukan sampah yang bikin warga resah itu dalam waktu lima hari.

Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta, membenarkan langkah tersebut. Ia bilang, bantuan ini penting agar aktivitas pasar dan kehidupan warga di sekitarnya tidak terus-terusan terganggu.

"Sebanyak 25 unit perbantuan dikerahkan untuk melakukan penanganan sampah secara intensif agar akumulasi sampah tidak mengganggu aktivitas pasar dan lingkungan sekitar," jelas Julius, Sabtu lalu.

Sebenarnya, menurutnya, penanganan sampah di pasar itu sudah berjalan rutin setiap hari. Tapi ada masa-masa tertentu yang bikin kewalahan, terutama saat musim buah tiba. Volume sampah melonjak drastis, jauh melebihi kapasitas harian yang biasa ditangani.

"Kemampuan normal kita di sana cuma sekitar 160 ton per hari," ujar Monangta. "Nah, pas musim tertentu, sampahnya bisa meledak sampai 220 ton. Ya itu, tiap hari ada 'tabungan' sampah sekitar 60 ton yang numpuk."


Halaman:

Komentar