Gunungan Sampah di Kramat Jati Diserbu 25 Truk, Warga Lega

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:40 WIB
Gunungan Sampah di Kramat Jati Diserbu 25 Truk, Warga Lega

Nah, untuk menghabisi 'tabungan' yang menggunung itulah armada bantuan dikerahkan habis-habisan. Truk-truk sampah dipacu untuk melakukan dua kali ritasi pengangkutan setiap harinya menuju Bantargebang. Dengan cara itu, diharapkan penumpukan bisa cepat diurai.

Operasi bersih-bersih ini melibatkan puluhan personel: 23 pengemudi, dua operator alat berat, plus empat pengawas di lapangan. Mereka didukung penuh oleh 13 dump truck, 10 tronton, dan dua shovel loader yang sibuk bolak-balik memindahkan sampah.

Meski turun tangan, Monangta menegaskan soal aturan main. Berdasarkan Perda dan Pergub yang berlaku, kawasan komersial seperti pasar punya kewajiban mengelola sampahnya secara mandiri.

"Saat ini Sudin LH Jaktim melakukan perbantuan karena Pasar Induk Kramat Jati merupakan fasilitas publik yang strategis. Namun kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri tetap harus dijalankan oleh Perumda Pasar Jaya sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Keluhan warga sendiri sudah memuncak sejak beberapa hari sebelumnya. Bukan cuma bau yang jadi masalah. Pantauan di lokasi pada Jumat pagi menunjukkan gunungan sampah itu sudah setinggi separuh tiang lampu jalan. Parahnya, tembok pembatas antara pasar dan permukiman warga bahkan ada yang jebol. Sampah-sampah itu menggunung dan sebagian sudah berjatuhan ke arah rumah penduduk. Situasi yang jelas tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.


Halaman:

Komentar