Enam agen FBI akhirnya dipecat. Mereka terkait dengan penyelidikan yang mengguncang pada 2022 lalu, menyasar Donald Trump dan dokumen rahasia yang tersimpan di Mar-a-Lago, Florida. Kabar pemecatan ini langsung memantik reaksi keras dari asosiasi yang mewakili para personel biro tersebut.
Kita ingat, saat itu FBI menggerebek kediaman mantan presiden itu di Florida. Aksi itu dilakukan ketika Trump sudah tak lagi menjabat, sebagai bagian dari penyelidikan soal bagaimana dia menangani dokumen-dokumen rahasia setelah meninggalkan Gedung Putih. Namun begitu, penyelidikan itu sendiri kini sudah dihentikan.
Beberapa media AS, seperti dilansir AFP Kamis lalu, melaporkan bahwa Direktur FBI Kash Patel yang memerintahkan pemecatan setidaknya enam agen itu terkait kerja mereka dalam kasus Trump. Sampai berita ini diturunkan, FBI menolak memberi komentar.
Di sisi lain, tuduhan terhadap Trump cukup serius. Dia diduga menyimpan tumpukan dokumen rahasia termasuk catatan dari Pentagon dan CIA di Mar-a-Lago tanpa pengamanan memadai. Bahkan, upaya untuk mengambil dokumen-dokumen itu pun sempat digagalkan.
Menurut jaksa, materi yang ditemukan bukan sembarangan. Ada dokumen sangat rahasia terkait nuklir dan pertahanan negara di antaranya.
Trump sendiri, seperti biasa, membantah semua tuduhan. Dia bersikeras tak melakukan kesalahan apa pun dalam kasus ini, yang hanyalah satu dari sekian banyak kasus yang dihadapkan padanya pasca-masa jabatan pertamanya.
Artikel Terkait
Warga Permata Hijau Laporkan Proyek Padel ke Polisi Gangguan Malam Hari
Pemkot Solo Buka Posko Aduan THR untuk Cegah Sengketa Pekerja
NasDem Ziarah ke Makam KH Hasyim Asyari dan Gus Dur di Tebuireng
Minat WNA Jadi WNI Melonjak, Namun Seleksi Makin Ketat