JAKARTA – Suasana di RSUD Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Rabu pagi itu terasa sedikit berbeda. Bukan cuma ramai oleh keluarga korban, tapi juga karena kedatangan sejumlah pejabat tinggi. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kompak menjenguk para korban kecelakaan maut antara Kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Menurut pantauan di lokasi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto jadi orang pertama yang sampai. Ia tiba sekitar pukul 09.40 WIB. Tak butuh waktu lama, Dedi Mulyadi menyusul. Dengan kemeja putihnya, ia langsung bersalaman dengan Tri, lalu mereka masuk ke Gedung C rumah sakit itu.
Beberapa menit berselang, giliran Dudung yang datang. Ia turun dari mobil dengan kemeja biru, tanpa banyak bicara langsung melangkah masuk. Wajahnya tampak serius, seperti kebanyakan orang di sana pagi itu.
RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid sendiri sejak Senin malam, 27 April 2026, kebanjiran pasien. Puluhan korban kecelakaan kereta itu dirawat intensif. Ada yang masih terbaring lemah, ada juga yang mulai menunjukkan pemulihan.
Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, dr. Ellya Niken Prastiwi, memberikan keterangan. Menurut dia, mayoritas korban mengalami luka memar dan patah tulang. Kaki dan tangan jadi bagian tubuh yang paling banyak cedera.
"Ada yang dioperasi, kemudian juga persiapan operasi, ada yang patah tulang, ada di beberapa bagian. Tangan, kaki, demikian," ucap Ellya, Selasa 28 April 2026.
Ia melanjutkan, dari total korban yang dirawat inap, sekitar 17 orang saat ini ditempatkan di ruang Bougenville. "Yang sudah mendapatkan rawat inap untuk dikelola lebih lanjut, ada yang operasi, ada yang diobservasi, itu kurang lebih 17 orang," tuturnya.
Di sisi lain, kabar baik datang dari pasien lainnya. Sebanyak 15 orang sudah diperbolehkan pulang. Kondisi mereka dinilai membaik dan cukup menjalani rawat jalan. Tentu ini sedikit melegakan, di tengah duka yang masih menyelimuti.
Namun begitu, ada juga kabar duka. Ellya menyebut, total korban meninggal di RSUD ini mencapai tiga orang. Semua jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga.
"Ada tiga orang yang meninggal dan semuanya sudah dipulangkan untuk diambil keluarganya, dan satu sudah diantar ke Jawa, Cilacap, dan Purworejo," ucapnya.
Suasana haru masih terasa. Tapi setidaknya, kehadiran para pejabat itu memberi sedikit perhatian lebih bagi para korban dan keluarganya yang tengah berjuang.
Artikel Terkait
Charles Honoris Kecam Insentif Rp6 Juta untuk SPPG Bermasalah: Pemborosan Anggaran di Tengah Retorika Efisiensi
Korban Tewas Kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Bertambah Jadi 16 Orang
Raffi Ahmad Datangi Lokasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Sebut Kedatangannya Murni Spontan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta per Korban Meninggal Kecelakaan KA dan Rp10 Juta untuk Pasien Dirawat