Sepasang suami istri di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, diamankan aparat kepolisian setelah diduga mengeksploitasi anak-anak mereka sendiri untuk dijadikan pengemis berkedok manusia silver. Kedua tersangka, yang diidentifikasi dengan inisial MM dan SM, kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek setempat.
Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Shilton, mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. “Untuk terlapornya orang tua korban dengan inisial MM dan SM. Saat ini keduanya masih kami lakukan pemeriksaan mendalam,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga yang menemukan tiga anak di lampu merah kawasan Pangkalan Kerinci pada Jumat (12/6) sekitar pukul 21.30 WIB. Ketiga bocah tersebut diketahui tengah mengemis dengan cara menjadi manusia silver. “Malam itu kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada tiga orang anak yang mengemis jadi manusia silver, ribut di depan Ramayana,” kata Shilton.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek bersama timnya segera mendatangi lokasi. Di tempat kejadian, petugas menemukan tiga anak yang terdiri dari dua bocah laki-laki berinisial MH (11) dan RA (9), serta seorang anak perempuan berinisial PW (9). Ketiganya terlibat keributan karena salah satu dari mereka, PW, mengaku ketakutan untuk pulang ke rumah.
“Mereka ribut karena salah satu anak, yaitu PW mengaku takut pulang ke rumah karena jika tidak membawa uang Rp 500 ribu akan dipukuli oleh terlapor SM,” jelas Shilton.
Ketiga anak tersebut kemudian dibawa ke Polsek Pangkalan Kerinci untuk diamankan. Tak berselang lama, polisi juga membawa kedua orang tua para korban ke kantor polisi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa MH (11) dan RA (9) merupakan anak kandung dari pasangan MM dan SM, sementara PW adalah cucu mereka. “Anaknya itu yang MH dan RA. Kalau PW itu cucu mereka,” tutur Shilton.
Saat ini, penyidik Polsek Pangkalan Kerinci masih terus mendalami keterangan kedua tersangka. Di sisi lain, aparat juga memberikan trauma healing kepada ketiga bocah tersebut untuk memulihkan kondisi psikologis mereka pascakejadian.
Artikel Terkait
Keluarga Korban Perundungan di Taman Kramat Tolak Damai, Desak Proses Hukum Tetap Berjalan
SPMB Jateng 2026/2027 Berjalan Lancar, Petugas Antisipasi Kendala Teknis dan Perkuat Sistem Pendaftaran
Polisi Peru Samarkan Diri sebagai Maskot Piala Dunia untuk Bongkar Jaringan Narkoba di Lima
Polisi Tetapkan Pemuda Bawa Bom Molotov Saat Demo di Depan DPR sebagai Tersangka