Duka kembali menyelimuti negeri ini. Banjir bandang dan tanah longsor melanda beberapa wilayah Indonesia, meninggalkan duka dan kerusakan yang tak sedikit. Bencana ini jelas berdampak luas pada sendi-sendi kehidupan berbangsa kita.
Di tengah situasi sulit ini, ada secercah harapan yang muncul. Masyarakat dari berbagai latar belakang bahu-membahu memberikan bantuan. Mereka tak lagi memedulikan perbedaan suku, ras, atau agama. Soalnya, musibah sebesar ini mustahil dihadapi sendirian. Butuh kebersamaan, butuh gotong royong dari semua elemen.
Islam, sebagai agama yang sempurna, sejak lama telah mengajarkan pentingnya budaya tolong-menolong. Menariknya, saat kita membantu orang lain yang sedang kesulitan, sejatinya manfaatnya akan berbalik kepada diri kita sendiri. Ini semacam hukum timbal balik yang positif.
Rasulullah Saw pernah bersabda:
"Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa menjadikan mudah urusan orang lain, Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutup aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya…." (HR Muslim).
Hadis ini benar-benar menekankan betapa beserta manfaat langsung yang kita dapat ketika menolong sesama, terutama mereka yang tertimpa musibah. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji ini.
Nabi Saw juga menegaskan dalam sabda lainnya:
"Barang siapa yang berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah juga akan berusaha memenuhi kebutuhannya." (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad).
Di sisi lain, ada jaminan pertolongan Allah bagi mereka yang ringan tangan membantu. Dari Ibnu Umar, Rasulullah Saw bersabda:
"Barang siapa yang biasa membantu hajat saudaranya maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya." (HR Bukhari dan Muslim).
Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan:
"Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya." (HR Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).
Pahalanya sungguh luar biasa. Bayangkan, menolong nyawa seseorang diibaratkan seperti menyelamatkan seluruh umat manusia. Ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an:
"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi." (QS al-Maidah [5]: 32).Mari kita berdoa, semoga Allah memberikan kekuatan dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa saling membantu dalam menghadapi cobaan ini. Dengan begitu, kita bukan hanya meringankan beban sesama, tapi juga meraih manfaat dan keberkahan di baliknya. Amin.
Imam Nur Suharno, Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat.
Artikel Terkait
Delegasi AS Tiba di Islamabad untuk Selamatkan Gencatan Senjata dengan Iran
Pakaian Penumpang Terlilit Rantai, Sepeda Motor di Bojonegoro Terguling
DPR RI Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Kuba
Jokowi Tanggapi Pernyataan JK dengan Sederhana: Saya Hanya Orang Kampung