Pembersihan Lumpur Pascabencana di Sumatera Capai 80 Persen

- Senin, 09 Maret 2026 | 20:55 WIB
Pembersihan Lumpur Pascabencana di Sumatera Capai 80 Persen

Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, upaya membersihkan sisa-sisa lumpur bencana terus berlanjut. Dan kabarnya, hasilnya cukup menggembirakan. Hingga awal Maret 2026 ini, mayoritas titik yang terendam lumpur sudah berhasil ditangani. Pekerjaan besar ini digarap oleh Satgas PRR Pascabencana Sumatera, tentu dengan dukungan dari berbagai lembaga lain.

Bicara soal pemulihan, ternyata membersihkan lumpur ini bukan sekadar kerja fisik biasa. Amran, Juru Bicara Satgas, menekankan bahwa ini adalah langkah kunci untuk mengembalikan denyut kehidupan masyarakat. Bayangkan saja, mulai dari rumah warga, jalan-jalan, sampai puskesmas dan sekolah semuanya tak bisa berfungsi kalau masih terkubur lumpur.

“Pembersihan lumpur merupakan bagian dari tahap rehabilitasi pasca bencana yang bertujuan untuk memulihkan akses masyarakat serta memastikan fasilitas publik dapat kembali berfungsi,”

begitu penjelasan Amran dalam rilis tertulisnya, Senin (9/3/2026). Pernyataan itu ia sampaikan sebelumnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.

Lalu, bagaimana angka realisasinya? Data terbaru per 9 Maret menunjukkan, dari 508 titik yang harus dibersihkan di tiga provinsi, 406 titik sudah beres. Itu artinya sekitar 80% pekerjaan sudah kelar. Memang masih ada sisa 102 lokasi yang belum tuntas, tapi progresnya jelas terlihat.

Provinsi Aceh menanggung beban terberat. Target pembersihan di sini mencapai 455 lokasi. Saat ini, 366 titik di antaranya sudah bersih. Namun begitu, masih ada 89 titik lagi yang sedang dalam pengerjaan. Di Sumatera Utara, skala pekerjaannya lebih kecil. Dari 24 lokasi yang jadi sasaran, 11 sudah selesai dan 13 lagi masih dikerjakan.

Nah, kabar paling baik justru datang dari Sumatera Barat. Di sini, proses pembersihan lumpur sudah dinyatakan rampung seratus persen. Semua 29 lokasi yang terdampak sudah berhasil dibersihkan.

Amran juga memberi contoh konkret tentang hasil kerja itu. Ia menyebut beberapa fasilitas pendidikan di Aceh Timur, seperti SD Lokop dan SMP setempat, sudah dibersihkan total.

“Baik di dalam ruangan maupun di lingkungan sekolah, semuanya sudah bersih,” pungkasnya.

Jadi, meski masih ada pekerjaan rumah, langkah pemulihan pasca bencana di Sumatera terus bergerak maju. Titik-titik yang sudah bersih setidaknya mulai mengembalikan harapan dan rutinitas warga yang sempat terhenti.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar