Pertemuan di Solo antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan mantan Presiden Joko Widodo, yang kemudian diikuti terbitnya SP3 untuk mereka, ternyata menyisakan banyak tanya. Kasus soal ijazah ini kini terasa bukan lagi sekadar perkara hukum biasa. Ada aroma lain yang lebih kuat tercium.
Menurut pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, pertemuan itu jelas bukan sekadar obrolan santai atau silaturahmi belaka.
"Nuansa intrik politik masih sangat kental mewarnai," ujarnya kepada RMOL, Senin lalu.
Isu yang beredar di kalangan tertentu bahkan lebih serius. Ada yang menyebut soal tawaran proyek bernilai triliunan rupiah, hingga janji perjalanan ke luar negeri. Meski belum terbukti, desas-desus semacam itu sulit diabaikan begitu saja.
Efriza sendiri meyakini bahwa yang terjadi adalah sebuah bentuk kompromi.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir