Drone Iran Ditembak Jatuh di Selat Hormuz, AS Klaim Jalur Perdagangan Tetap Aman

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB
Drone Iran Ditembak Jatuh di Selat Hormuz, AS Klaim Jalur Perdagangan Tetap Aman

Beberapa drone Iran yang disebut menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz berhasil ditembak jatuh oleh pasukan Amerika Serikat pada Sabtu pagi waktu setempat. Tindakan militer ini terjadi hanya beberapa jam setelah kedua pihak menyatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah semakin mendekati realisasi.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang bertanggung jawab mengawasi operasi di kawasan tersebut, mengumumkan bahwa Iran telah meluncurkan beberapa drone serang satu arah dalam upaya menyerang kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, CENTCOM menegaskan bahwa seluruh drone tersebut berhasil dijatuhkan dalam beberapa jam terakhir, sementara arus lalu lintas melalui selat itu terus berlangsung tanpa hambatan.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur perdagangan maritim utama bagi distribusi minyak dan gas dari Teluk. CENTCOM menambahkan bahwa jalur tersebut tetap terbuka untuk transit, meskipun Iran telah memberlakukan blokade sejak awal perang.

Peristiwa ini muncul setelah berminggu-minggu pembicaraan yang alot antara Teheran dan Washington, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator. Proses diplomasi tersebut diwarnai oleh saling ancaman dan baku tembak, meskipun gencatan senjata yang rapuh telah disepakati pada bulan April lalu.

Sementara itu, pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menguraikan garis besar potensi nota kesepahaman dengan Amerika Serikat. Menurutnya, jika kesepakatan itu terwujud, langkah tersebut dapat diikuti dengan kesimpulan perjanjian antara kedua belah pihak.

Dia menjelaskan bahwa usulan memorandum kesepahaman itu dirancang untuk secara resmi mengakhiri konflik di semua front, termasuk di Lebanon. Lebih jauh, Iran juga meletakkan dasar bagi negosiasi mengenai pencabutan sanksi, program nuklir, serta pengaturan keamanan regional.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar