Pasar Saham AS Terguncang: Ancaman Hukum ke The Fed Picu Awal Pekan Suram

- Senin, 12 Januari 2026 | 22:10 WIB
Pasar Saham AS Terguncang: Ancaman Hukum ke The Fed Picu Awal Pekan Suram

Pasar saham AS buka pekan ini dengan sentimen suram. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq sama-sama tercatat merah di awal sesi perdagangan Senin (13/1/2026). Melemahnya indeks ini tak lepas dari kekhawatiran baru yang mendera investor: ancaman terhadap independensi Federal Reserve.

Serangan verbal dari pemerintahan Presiden Donald Trump kembali memanas. Kali ini, tidak hanya soal kebijakan suku bunga, tetapi juga ancaman hukum. Gedung Putih bahkan disebut-sebut akan mendakwa Ketua The Fed, Jerome Powell, terkait kesaksiannya di Kongres soal renovasi gedung bank sentral. Banyak yang melihat ini sebagai dalih belaka.

Menurut Powell sendiri, langkah itu cuma cara untuk memperbesar pengaruh pemerintah. Sejak awal masa jabatan Trump, tekanan untuk memangkas suku bunga secara agresif memang terus mengemuka.

“Pada akhirnya, pasar bullish masih memiliki ruang untuk berlanjut dan peluang kenaikan tetap terbuka terlepas dari dinamika kebijakan internal maupun eksternal,”

Demikian pandangan Giuseppe Sette, Pendiri Reflexifity, yang dikutip Reuters. Dia menilai ketegangan ini adalah konflik terbuka, namun pasar masih punya ruang untuk optimisme.

Di sisi lain, ada kabar lain yang langsung membebani saham-saham sektor keuangan. Pemerintah AS berencana memberlakukan batas suku bunga kartu kredit maksimal 10 persen, efektif 20 Januari mendatang. Kabar ini langsung membuat saham-saham seperti Citigroup, American Express, dan Bank of America tertekan.

Secara angka, Dow Jones melemah 0,79 persen ke level 49.114. S&P 500 turun 0,27 persen ke 6.947. Sementara Nasdaq hanya terkoreksi tipis 0,03 persen, berada di 23.664.

Fokus pasar kini terbelah. Musim laporan keuangan kuartal IV-2025 segera dimulai, dengan JPMorgan Chase jadi pembuka pekan ini. Hasilnya tentu dinanti-nanti.

Namun begitu, perhatian utama juga tertuju pada rilis data inflasi konsumen AS yang dijadwalkan Selasa. Data ini krusial. Sangat krusial. Sebab, dari sinilah arah kebijakan The Fed selanjutnya akan coba dibaca pelaku pasar, di tengah segala tekanan politik yang mengitarinya.

(Rahmat Fiansyah)

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar