Pasar saham AS buka pekan ini dengan sentimen suram. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq sama-sama tercatat merah di awal sesi perdagangan Senin (13/1/2026). Melemahnya indeks ini tak lepas dari kekhawatiran baru yang mendera investor: ancaman terhadap independensi Federal Reserve.
Serangan verbal dari pemerintahan Presiden Donald Trump kembali memanas. Kali ini, tidak hanya soal kebijakan suku bunga, tetapi juga ancaman hukum. Gedung Putih bahkan disebut-sebut akan mendakwa Ketua The Fed, Jerome Powell, terkait kesaksiannya di Kongres soal renovasi gedung bank sentral. Banyak yang melihat ini sebagai dalih belaka.
Menurut Powell sendiri, langkah itu cuma cara untuk memperbesar pengaruh pemerintah. Sejak awal masa jabatan Trump, tekanan untuk memangkas suku bunga secara agresif memang terus mengemuka.
“Pada akhirnya, pasar bullish masih memiliki ruang untuk berlanjut dan peluang kenaikan tetap terbuka terlepas dari dinamika kebijakan internal maupun eksternal,”
Demikian pandangan Giuseppe Sette, Pendiri Reflexifity, yang dikutip Reuters. Dia menilai ketegangan ini adalah konflik terbuka, namun pasar masih punya ruang untuk optimisme.
Artikel Terkait
EMAS Kirim Perdana Dore Emas ke Antam, Sinyal Kesiapan Produksi Komersial
Angka Kecelakaan Kerja Indonesia Capai 300.000 Kasus pada 2024
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%