Namun begitu, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada calon pekerja migran baru. Nasib keluarga para PMI yang sudah ada dan ikut terdampak bencana juga jadi perhatian. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai 2.123 keluarga di tiga provinsi tersebut.
Untuk pemulihan mereka, Mukhtarudin menyebut akan ada kolaborasi dengan Kementerian Sosial. Skemanya, setiap keluarga akan menerima bantuan tunai sebesar Rp 5 juta.
"Nanti kami dari KP2MI yang akan melakukan pendampingan. Karena uangnya kan sudah ada, nanti dikasih Rp 5 juta per KK. Kami yang akan follow-up ke depannya seperti apa," katanya memberi gambaran.
Di sisi lain, persoalan tempat tinggal juga tak luput dari perhatian. Banyak rumah keluarga pekerja migran yang rusak atau hancur. Soal ini, Mukhtarudin menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi penuh dengan Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera.
"Rumah-rumah keluarga pekerja migran yang terdampak juga akan kita urus. Kita koordinasi dengan Satgas untuk pemulihannya, apakah nanti lewat relokasi atau rehabilitasi rumahnya. Saya kira itu yang bisa kami lakukan dari KP2MI," pungkasnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Survei Poltracking: 74,1% Publik Puas dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Mendagri Imbau Daerah di Sumut Salurkan Dana Hibah ke Aceh yang Terdampak Bencana
AS Blokade Selat Hormuz Usai Perundingan dengan Iran Gagal
BI Waspadai Dampak Tidak Langsung Konflik AS-Israel-Iran terhadap Aliran Modal ke Indonesia