Menurut Jajuli, operasi ini didalangi orang lain. "Dia dimodalin sama bosnya," jelasnya. Sistem kerjanya terbilang sederhana namun cerdik: DP memutar beberapa pom bensin, mengisi sekitar 20 liter per SPBU, lalu menampungnya di tangki tersembunyi. Peralatannya pun praktis, cukup dicolokkan ke tangki mobil dan dipompa secara otomatis. "Tinggal mencet doang," imbuh Jajuli.
Di bagasi Fortuner itu, polisi menemukan tangki penampung berkapasitas 400 liter solar. Bukan cuma itu, barang bukti lain yang disita juga mencengangkan. Ada lebih dari 25 kode barcode untuk mengisi bahan bakar, plus 17 pasang pelat nomor kendaraan. "Yang semalam dipasang bukan yang asli," tegas Jajuli.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Kini, DP menghadapi dua masalah sekaligus: penyalahgunaan narkoba dan dugaan penimbunan serta pengangkutan solar bersubsidi secara tidak sah. Kasus ini masih terus diselidiki untuk mengungkap jaringan di baliknya.
Artikel Terkait
Suhartoyo Tegaskan Mahkamah Konstitusi Harus Bebas dari Cengkeraman Politik
Produksi Padi Banten Melonjak, Surplus Capai 261 Ribu Ton
Densus 88 Gagalkan Rencana Pelajar 14 Tahun Jadi Pelopor Kekerasan di Sekolah
Dewas KPK Periksa Lagi Pelapor Dugaan Pelanggaran Etik Penyidik