Di hadapan sidang pleno yang digelar Rabu (7/1/2026), Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo menyampaikan pesannya dengan nada serius. Ia mengajak semua pihak, tanpa kecuali, untuk bersama-sama menjaga lembaga tinggi negara ini. Tujuannya jelas: MK harus bebas dari segala bentuk tekanan politik.
"Mari kita jaga bersama agar Mahkamah Konstitusi tidak dipengaruhi oleh tekanan politik ataupun segala bentuk intervensi," tegas Suhartoyo.
Menurutnya, hal itu mutlak diperlukan demi tegaknya negara hukum Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara penyampaian laporan tahunan 2025 sekaligus pembukaan masa persidangan untuk tahun 2026.
Di sisi lain, Suhartoyo tak sekadar berpesan. Ia juga menegaskan bahwa upaya menjaga independensi itu sudah dijalankan sepanjang tahun lalu. MK berikhtiar menutup rapat-rapat ruang intervensi. Setiap putusan, klaimnya, harus lahir murni dari pertimbangan hukum dan nurani yang berpegang pada konstitusi.
Artikel Terkait
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang
Pemilu Peru 2026: Keamanan Jadi Isu Utama di Tengah Fragmentasi Politik
Bupati Tulungagung Ditahan KPK Diduga Peras Kepala Dinas untuk Beli Sepatu Mewah