Operasi Densus 88 Antiteror berhasil memetakan sebuah fenomena yang mengkhawatirkan: 70 anak di 19 provinsi terpapar paham radikal Neo-Nazi dan supremasi kulit putih. Hasil penyelidikan mengungkap, ada benang merah yang cukup jelas di antara mereka. Banyak dari anak-anak ini ternyata adalah korban perundungan.
Juru Bicara Densus 88, AKBP Myandra Eka Wardhana, memaparkan temuannya di Mabes Polri, Rabu lalu.
“Dari pemetaan dan asesmen yang dilakukan bersama, dapat diidentifikasi bahwa terdapat penyebab yang memicu anak-anak bergabung dengan komunitas ini, salah satunya adalah terjadinya perundungan,” ujarnya.
“Rata-rata yang bersangkutan merupakan korban bullying di sekolah atau di lingkungan masyarakat, yaitu di luar sekolah,” lanjut Eka.
Namun begitu, perundungan bukanlah satu-satunya pemicu. Latar belakang keluarga yang bermasalah juga menjadi faktor krusial. Situasi seperti broken home, orang tua yang meninggal, atau kurangnya perhatian dari figur keluarga menciptakan ruang kosong dalam diri mereka.
Artikel Terkait
Prabowo Saksikan Penyerahan Rp11,4 Triliun dan Reklamasi Lahan ke Negara
Unhas dan KLHK Jalin Kerja Sama Hadapi Perubahan Iklim
Amnesty International: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Berpola dan Terencana
PSIM Yogyakarta Hadapi PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Susunan Pemain Kedua Tim Diumumkan