Gus Ipul Blusukan ke Pengungsian Banjar, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

- Minggu, 04 Januari 2026 | 16:25 WIB
Gus Ipul Blusukan ke Pengungsian Banjar, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Hari ini, suasana di Puskesmas Desa Keramat, Sungai Tabuk, Banjar, Kalimantan Selatan, sedikit berbeda. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, blusukan langsung ke lokasi pengungsian korban banjir. Ia datang untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.

“Setiap di masa-masa kedaruratan gini, memang kita sediakan dukungan logistik,” ujar Gus Ipul, Minggu (4/1/2026).

“Baik itu makanan siap saji, pakaian, kemudian tenda, atau juga kasur, atau hal lain yang memang dibutuhkan. Sambil kita sediakan dapur umum dan layanan psikososial.”

Menurutnya, tinjauan ini penting untuk memastikan kebutuhan dasar 218 jiwa dari 79 kepala keluarga yang masih bertahan di pengungsian terpenuhi. Di sisi lain, ini juga jadi momen untuk mengecek kesiapan tahap penanganan selanjutnya, pasca air surut.

Kerja sama digalang kuat. Penanganan darurat ini melibatkan Kemensos, Pemkab Banjar, plus dukungan TNI dan Polri.

“Kita lihat saudara-saudara kita yang masih ada di pengungsian dan apa yang ada di sini,” katanya lagi.

“Ini adalah kerjasama antara Kementerian Sosial dengan pemerintah daerah, tentu dibantu juga oleh TNI dan Polri.”

Mekanisme penanggulangan bencana berjalan berjenjang. Mulai dari evakuasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi. Nah, bantuan dari Kemensos sendiri disalurkan berdasarkan hasil asesmen bareng pemerintah daerah dan BNPB. Tidak asal tebar.

Soal bantuan, ada rincian yang disampaikan Gus Ipul. Untuk ahli waris korban meninggal dunia, ada santunan Rp15 juta. Sementara yang mengalami luka berat mendapat dukungan Rp5 juta.

Nanti, saat masuk tahap rekonstruksi, rumah warga akan dikelompokkan: rusak berat, sedang, atau ringan. Bantuan akan disesuaikan. Bagi yang rumahnya hancur dan butuh waktu lama diperbaiki, pemerintah siapkan hunian sementara atau huntara.

“Nah setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada huntara,” jelas Gus Ipul.

“Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali.”

Keluarga yang sudah pindah ke huntara atau huntap nantinya bakal dapat bantuan lanjutan. Isinya macam-macam: bantuan pengisian rumah senilai Rp3 juta per keluarga, jaminan hidup untuk beli lauk Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, plus dukungan pemberdayaan ekonomi senilai Rp5 juta per keluarga.


Halaman:

Komentar