Selasa (6/1) lalu, mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro harus dilarikan ke rumah sakit. Ia terjatuh di dalam penjara tempatnya mendekam.
Menurut laporan AFP, Bolsonaro yang berusia 70 tahun itu akhirnya dibawa ke sebuah rumah sakit swasta. Di sana, ia menjalani serangkaian pemeriksaan seperti CT scan, MRI, dan juga tes EEG.
Lewat unggahan di media sosial, istri Bolsonaro bercerita soal kejadian itu. Katanya, suaminya jatuh di balik jeruji besi dan kepalanya terbentur keras.
Pihak kepolisian sendiri menyebut cedera yang dialami Bolsonaro tergolong ringan dan sudah ditangani. Tapi, tim pengacaranya punya pandangan lain. Mereka malah mengajukan permohonan ke pengadilan agar Bolsonaro bisa diperiksa lebih lanjut di rumah sakit. Permohonan itulah yang kemudian dikabulkan.
Seorang dokter yang memeriksa menggambarkan kondisi Bolsonaro saat itu. "Lesu, kelopak mata kirinya sedikit terkulai, tekanan darahnya normal. Tapi ada tanda-tanda pusing pasca jatuh," ujarnya.
Bolsonaro sendiri sudah mendekam sejak September 2025. Ia divonis bersalah karena berupaya menghalangi pelantikan Luiz Inacio Lula da Silva sebagai presiden pada 2022.
Artikel Terkait
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini