Kisah Sulis: Dari Dapur Rumahan Sukses Bangun Bisnis Kue Kering Bakulis hingga Naik Kelas

- Sabtu, 01 November 2025 | 12:42 WIB
Kisah Sulis: Dari Dapur Rumahan Sukses Bangun Bisnis Kue Kering Bakulis hingga Naik Kelas

Kisah inspiratif datang dari Jakarta Timur, di mana seorang perempuan bernama Sulis berhasil mengubah dapur rumahnya menjadi pusat bisnis kue kering yang mendorong perekonomian lokal. Melalui merek Bakulis (Bakulan Ibu Lis), ia memproduksi aneka kue kering populer seperti nastar, kastengel, dan sagu keju yang kini distribusinya telah menjangkau berbagai kota di Pulau Jawa.

Bisnis UMKM kuliner ini berawal di masa pandemi tahun 2020, tepatnya ketika Sulis kehilangan pekerjaan utamanya di bidang konstruksi. Dengan semangat pantang menyerah, ia memulai usaha dengan menjual camilan buatannya secara online. Ternyata, respons pasar sangat positif. Permintaan yang terus bertambah mendorongnya untuk melibatkan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitar dalam proses produksi.

“Awalnya saya cuma bikin sendiri di rumah. Lama-lama pesanan banyak, saya ajak tetangga supaya bisa bantu dan sama-sama dapat penghasilan,” tutur Sulis.

Seiring perkembangan usahanya, Sulis merasa perlu meningkatkan kompetensi di bidang bisnis. Kesempatan emas itu ia dapatkan dengan bergabung dalam Rumah BUMN Jakarta serta mengikuti program BRIncubator Lokal 2025 dari BRI. Program tersebut memberikan pelatihan dan pendampingan mendalam terkait branding, packaging, dan strategi pemasaran digital.

“Alhamdulillah, mindset saya terbuka. Di BRIncubator, usaha saya yang kecil disejajarkan dengan yang besar. Saya jadi lebih percaya diri,” ungkapnya.

Tak hanya pelatihan, Sulis juga memanfaatkan platform LinkUMKM BRI untuk memperluas jaringan pemasaran. Berkat itu, ia berhasil membangun basis pelanggan tetap dan menarik reseller yang turut memasarkan produk Bakulis.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa perjalanan Sulis merupakan bukti nyata dari komitmen BRI dalam memberdayakan UMKM.

“Melalui pembinaan berkelanjutan, BRI ingin UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga naik kelas dan menjadi lokomotif ekonomi rakyat,” jelasnya.

Saat ini, Bakulis telah memiliki kapasitas produksi sekitar 500 kemasan per bulan. Bisnis ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga wadah kolaborasi yang memberdayakan banyak ibu rumah tangga di sekitarnya.

“Semoga BRI terus memberi ruang bagi pelaku usaha kecil seperti kami agar bisa ikut pameran dan dikenal lebih luas,” harap Sulis.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar