MAKASSAR Larangan transfer dari FIFA? PSM Makassar sepertinya tak terlalu ambil pusing. Justru di tengah badai sanksi itu, manajemen Juku Eja malah terlihat makin agresif di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Mereka tak cuma sekadar cari pemain, tapi melakukan koreksi keras.
Striker Serbia, Luka Cumic, sudah resmi dikenalkan. Tapi itu belum berakhir. Ruang untuk satu penyerang asing lagi masih terbuka. Dan yang paling mengejutkan, kehadiran Dusan Lagator di lini belakang. Langkah ini jelas bukan untuk gaya-gayaan. Ini murni soal bertahan hidup.
Posisi mereka di kompetisi saat ini memang tidak nyaman. Persaingan di bagian tengah dan bawah klasemen semakin sengit saja. Lihat saja klub-klub lain, mereka melakukan perombakan besar, mendatangkan pemain yang langsung bisa memberi pengaruh.
Kekalahan 0-2 dari Persijap Jepara pekan lalu jadi alarm paling keras. Tim yang juga baru dirombak itu langsung menunjukkan taringnya. Kekalahan itu seperti pesan telanjang: menunggu sama saja bunuh diri. Kalau PSM diam, risiko terperosok lebih dalam sangat nyata.
Soal Luka Cumic, dia sudah resmi. Pemain 24 tahun dengan tinggi 190 cm dan nilai pasar sekitar Rp6 miliar itu sudah terdaftar tepat sebelum sanksi FIFA berlaku. Dia bawa harapan baru untuk lini depan yang tumpul.
Tapi manajemen PSM paham betul. Satu Cumic saja tidak akan cukup.
Gagalnya negosiasi dengan Gervane Kastaneer, target utama mereka sebelumnya, jadi pelajaran berharga. Jangan taruh semua harapan pada satu nama. Maka, perburuan terus berlanjut.
Pelatih Tomas Trucha sendiri memberi sinyal kuat. Komposisi pemain asing belum final dan evaluasi berjalan ketat. Kontribusi dan kecocokan dengan taktik jadi ukuran utama.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terjepit: Trucha Berjibaku Lawan Semen Padang yang Berubah Total
Imbang Lawan Irak, Timnas Futsal Indonesia Pastikan Tiket Juara Grup
PSM Makassar Waspada, Semen Padang Datang dengan Skuad Baru dan Misi Darurat
Drama 29-27 Antar Adnan/Indah ke Final, Thailand Masters 2026 Dijamin Milik Indonesia