Hanya beberapa jam setelah operasi militer AS mengguncang Caracas, Wapens Venezuela Delcy Rodríguez sudah berdiri tegak di depan kamera. Dengan nada tegas, ia menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Menurut Rodríguez, apa yang terjadi bukanlah penangkapan, melainkan sebuah "penculikan" yang brutal.
Siaran langsung jaringan televisi pemerintah VTV menangkap momen itu. Rodríguez berbicara dalam sesi Dewan Pertahanan Nasional, suaranya penuh keyakinan.
Ia dengan keras menyebut Maduro sebagai "satu-satunya Presiden Venezuela." Tak sendirian, para pejabat tinggi lain di sisinya juga menyuarakan hal serupa. Mereka bersikukuh bahwa operasi AS itu telah melanggar hukum internasional dan menyerang integritas wilayah Venezuela.
Artikel Terkait
Mengenal Biaya Tetap: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya untuk Perencanaan Keuangan Perusahaan
PMI asal Jembrana Ditangkap di Florida Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Bunuh Diri Martim Fernandes Bawa Nottingham Forest Imbangi Porto di Liga Europa
Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Iran Sebelum Kesepakatan Dipatuhi