Hanya beberapa jam setelah operasi militer AS mengguncang Caracas, Wapens Venezuela Delcy Rodríguez sudah berdiri tegak di depan kamera. Dengan nada tegas, ia menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Menurut Rodríguez, apa yang terjadi bukanlah penangkapan, melainkan sebuah "penculikan" yang brutal.
Siaran langsung jaringan televisi pemerintah VTV menangkap momen itu. Rodríguez berbicara dalam sesi Dewan Pertahanan Nasional, suaranya penuh keyakinan.
"Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores," tegasnya.
Ia dengan keras menyebut Maduro sebagai "satu-satunya Presiden Venezuela." Tak sendirian, para pejabat tinggi lain di sisinya juga menyuarakan hal serupa. Mereka bersikukuh bahwa operasi AS itu telah melanggar hukum internasional dan menyerang integritas wilayah Venezuela.
Di sisi lain, Washington punya alasan sendiri. Pemerintah AS membenarkan tindakan mereka dengan tuduhan berat: pasangan presiden dan sejumlah tokoh Venezuela lainnya didakwa terlibat dalam terorisme narkoba dan perdagangan gelap narkotika. Tentu saja, klaim ini langsung ditampik mentah-mentah oleh Caracas.
Situasinya makin panas. Rodríguez mengumumkan bahwa pemerintahnya akan segera mengeluarkan dekrit "keadaan darurat eksternal". Dekrit ini rencananya akan diajukan ke Mahkamah Agung untuk divalidasi. Ia juga menyerukan rakyat Venezuela bersiap membela negara, meski rinciannya masih samar.
"Kami menyerukan pembelaan kehidupan. Tidak seorang pun warga Venezuela, baik pria maupun wanita, boleh berdiam diri," serunya. "Para ekstremis yang memprovokasi agresi bersenjata ini akan dihukum oleh sejarah dan keadilan."
Pesan terakhirnya ditujukan ke kawasan. Rodríguez mendesak pemerintah-pemerintah Amerika Latin lain untuk solid mendukung Venezuela. Ancaman itu, katanya, bisa menimpa siapa saja.
"Apa yang dilakukan terhadap Venezuela dapat dilakukan terhadap siapa pun," ujar Rodríguez, mengakhiri pernyataannya.
Artikel Terkait
Ancol Sesuaikan Jam Operasional Selama Ramadan 2026
Surya Paloh: NasDem Masih Pertimbangkan Dukungan Dua Periode untuk Prabowo
KPK Periksa 12 Saksi Kasus Suap dan Gratifikasi di Pemkab Ponorogo
Menteri Luar Negeri Tegaskan Indonesia Belum Bayar Iuran ke Board of Peace