Sebuah video yang mengeluhkan harga nasi gudeg di Malioboro, Jogja, tiba-tiba ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam unggahan itu, tiga porsi nasi gudeg lengkap dengan telur dan es teh disebut-sebut dibanderol Rp 85 ribu. Harganya dianggap tak wajar oleh si pembuat konten.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @yogyakarta.keras. Narasinya jelas: harga itu dianggap terlalu mahal. Namun begitu, ada satu hal yang janggal. Lokasi warungnya sendiri tidak tampak jelas dalam rekaman. Yang terlihat hanya sebuah gang biasa di sekitar kawasan Malioboro yang ramai itu.
"Gaes hati-hati kalau mau makan di depan Malioboro Jogja, Harganya mahal banget nasi gudeg 3 porsi telur es teh manis 85 ribu,"
Begitulah kira-kira peringatan yang ditulis oleh pengunggah video, seperti dilaporkan detikJogja beberapa waktu lalu.
Lantas, bagaimana tanggapan pengelola kawasan? Fitria Dyah Anggraeni, atau yang akrab disapa Anggi, selaku Kepala UPT Malioboro, akhirnya buka suara. Ia mengakui bahwa pihaknya sebenarnya tak punya wewenang langsung untuk mengatur harga jual para pedagang.
Artikel Terkait
Pemerintah Tanggung Kenaikan Biaya Avtur Haji 2026, Biaya Jemaah Tetap Turun
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan