Sebuah video yang mengeluhkan harga nasi gudeg di Malioboro, Jogja, tiba-tiba ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam unggahan itu, tiga porsi nasi gudeg lengkap dengan telur dan es teh disebut-sebut dibanderol Rp 85 ribu. Harganya dianggap tak wajar oleh si pembuat konten.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @yogyakarta.keras. Narasinya jelas: harga itu dianggap terlalu mahal. Namun begitu, ada satu hal yang janggal. Lokasi warungnya sendiri tidak tampak jelas dalam rekaman. Yang terlihat hanya sebuah gang biasa di sekitar kawasan Malioboro yang ramai itu.
"Gaes hati-hati kalau mau makan di depan Malioboro Jogja, Harganya mahal banget nasi gudeg 3 porsi telur es teh manis 85 ribu,"
Begitulah kira-kira peringatan yang ditulis oleh pengunggah video, seperti dilaporkan detikJogja beberapa waktu lalu.
Lantas, bagaimana tanggapan pengelola kawasan? Fitria Dyah Anggraeni, atau yang akrab disapa Anggi, selaku Kepala UPT Malioboro, akhirnya buka suara. Ia mengakui bahwa pihaknya sebenarnya tak punya wewenang langsung untuk mengatur harga jual para pedagang.
"Kalau bicara kewenangan, memang kami tidak berada di ranah pengendalian harga," ujar Anggi.
Meski begitu, ia menyebut upaya lain sudah dilakukan. Dinas Pariwisata, misalnya, gencar menyosialisasikan kepada pelaku usaha kuliner untuk selalu mencantumkan daftar harga. Itu sebagai langkah mitigasi, agar tak ada lagi kejadian serupa.
Di sisi lain, imbauan juga terus disampaikan kepada para wisatawan. Melalui pos-pos Tourist Information Services (TISA) yang tersebar, pengunjung diingatkan untuk selalu memastikan harga sebelum memesan. Anggi menekankan, lebih baik memilih tempat makan yang harganya transparan dan terpampang jelas.
"Teman-teman Dinas Pariwisata yang berjaga di TISA juga selalu mengingatkan wisatawan untuk memastikan harga makanan. Kami juga mengimbau agar makan di resto atau penjual di kawasan Malioboro yang sudah jelas dan pasti daftar harganya," jelasnya.
Jadi, pesannya sederhana: selalu tanya harga dulu. Lebih waspada lagi saat memilih tempat makan di kawasan wisata yang super ramai seperti Malioboro. Biar liburan tetap lancar, tanpa kejutan di akhir.
Artikel Terkait
Pemkot Malang Wajibkan KTP Lokal untuk PKL di Alun-alun Merdeka
Pasutri Diamankan Usai Curi Mobil Mantan Pacar di Tol Karang Tengah
Remaja 17 Tahun Asal Nganjuk Teridentifikasi sebagai Korban Pembunuhan di Sungai Jilu Malang
Buronan Interpol Tersangka Perdagangan Orang Ditangkap di Bandara Bali