"Kalau bicara kewenangan, memang kami tidak berada di ranah pengendalian harga," ujar Anggi.
Meski begitu, ia menyebut upaya lain sudah dilakukan. Dinas Pariwisata, misalnya, gencar menyosialisasikan kepada pelaku usaha kuliner untuk selalu mencantumkan daftar harga. Itu sebagai langkah mitigasi, agar tak ada lagi kejadian serupa.
Di sisi lain, imbauan juga terus disampaikan kepada para wisatawan. Melalui pos-pos Tourist Information Services (TISA) yang tersebar, pengunjung diingatkan untuk selalu memastikan harga sebelum memesan. Anggi menekankan, lebih baik memilih tempat makan yang harganya transparan dan terpampang jelas.
"Teman-teman Dinas Pariwisata yang berjaga di TISA juga selalu mengingatkan wisatawan untuk memastikan harga makanan. Kami juga mengimbau agar makan di resto atau penjual di kawasan Malioboro yang sudah jelas dan pasti daftar harganya," jelasnya.
Jadi, pesannya sederhana: selalu tanya harga dulu. Lebih waspada lagi saat memilih tempat makan di kawasan wisata yang super ramai seperti Malioboro. Biar liburan tetap lancar, tanpa kejutan di akhir.
Artikel Terkait
Pemerintah Tanggung Kenaikan Biaya Avtur Haji 2026, Biaya Jemaah Tetap Turun
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan