"Kalau bicara kewenangan, memang kami tidak berada di ranah pengendalian harga," ujar Anggi.
Meski begitu, ia menyebut upaya lain sudah dilakukan. Dinas Pariwisata, misalnya, gencar menyosialisasikan kepada pelaku usaha kuliner untuk selalu mencantumkan daftar harga. Itu sebagai langkah mitigasi, agar tak ada lagi kejadian serupa.
Di sisi lain, imbauan juga terus disampaikan kepada para wisatawan. Melalui pos-pos Tourist Information Services (TISA) yang tersebar, pengunjung diingatkan untuk selalu memastikan harga sebelum memesan. Anggi menekankan, lebih baik memilih tempat makan yang harganya transparan dan terpampang jelas.
"Teman-teman Dinas Pariwisata yang berjaga di TISA juga selalu mengingatkan wisatawan untuk memastikan harga makanan. Kami juga mengimbau agar makan di resto atau penjual di kawasan Malioboro yang sudah jelas dan pasti daftar harganya," jelasnya.
Jadi, pesannya sederhana: selalu tanya harga dulu. Lebih waspada lagi saat memilih tempat makan di kawasan wisata yang super ramai seperti Malioboro. Biar liburan tetap lancar, tanpa kejutan di akhir.
Artikel Terkait
Wakapolri Pantau Arus Balik Nataru: Situasi Kondusif, Tapi Kewaspadaan Tetap Utama
Wanita Emas Ajukan PK Kedua untuk Kasus Korupsi Waskita Beton
Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Ambil Dahan di Pohon Bogor
Tiga Nyawa Melayang di Kontrakan Warakas, Satu Selamat Dibawa ke RS