Badan intelijen Korea Selatan sendiri sudah menangkap gelagat ini. Tahun lalu, mereka menyatakan Ju Ae telah menyadari perannya sebagai penerus setelah menemani sang ayah dalam kunjungan penting ke Beijing.
Di sisi lain, kita tahu keluarga Kim telah berkuasa di Korea Utara selama beberapa dekade. Kultus kepribadian yang menyelimuti "garis keturunan Paektu" itu meresap dalam kehidupan sehari-hari di negara yang tertutup ini.
Kim Jong Un sendiri adalah pemimpin ketiga dalam garis suksesi monarki komunis satu-satunya di dunia. Dia melanjutkan tampuk kepemimpinan setelah ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya, Kim Il Sung.
Kedua pendahulunya itu yang dalam propaganda negara dijuluki "pemimpin abadi" kini beristirahat di Istana Matahari Kumsusan. Mausoleum megah di jantung Pyongyang itu kini juga dikunjungi oleh cucu dan cicit mereka. Sebuah kunjungan yang sarat makna, sekaligus mungkin, sebuah pengukuhan.
Artikel Terkait
Hyundai Perkuat Kemitraan dengan FIFA, Tunjuk Son Heung-min dan Robot Boston Dynamics untuk Piala Dunia 2026
H-851, Tongkang Tanpa Mesin Terbesar di Dunia, Pertahankan Gelar hingga 2026
Comeback Curry Capai 9.000 Field Goals, Warriors Tetap Tumbang dari Rockets
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta