Di Ballroom Aryaduta, Pesan tentang Pemimpin dan Semangat Belajar
Makassar – Suasana di ballroom Hotel Aryaduta, Selasa (24/3) lalu, cukup ramai. Para peserta Musyawarah Besar VIII DPP Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) sudah duduk rapi. Di depan, HM Aksa Mahmud, sang Ketua Dewan Pembina, bersiap memberi sambutan. Pesannya jelas dan tegas: untuk jadi pemimpin yang mumpuni, pendidikan yang kuat dan berkelanjutan itu kunci utamanya.
Menurut Aksa, kepemimpinan itu bukan cuma soal mengelola organisasi atau menduduki jabatan. Ada proses yang lebih panjang di belakangnya. Proses yang membentuk karakter dan memperkaya wawasan. Tanpa fondasi intelektual yang kokoh, sulit rasanya membentuk pemimpin masa depan yang diharapkan.
“Kalau perlu belajar sampai ke negeri Iran,” ujarnya di tengah-tengah pidato.
Pernyataan itu sempat membuat sebagian audiens terdiam sejenak. Tapi Aksa langsung melanjutkan dengan penjelasan. Bagi dia, Iran yang dimaksud bukan sekadar nama negara. Itu adalah simbol. Simbol semangat pantang menyerah dalam mengejar ilmu, di mana pun itu berada.
“Iran sekarang lagi berjuang dan insya Allah menang,” tegas mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2004–2009 itu.
Poinnya sederhana: generasi muda harus berani keluar dari zona nyaman. Jangan batasi diri. Belajarlah sejauh mungkin, ambil ilmu dari berbagai sumber pengetahuan global. Hanya dengan cara itu kemajuan bisa diraih.
Di sisi lain, Aksa juga menekankan betapa krusialnya peran pemimpin, baik di lingkup pemerintahan maupun dunia usaha. Karena itu, pendidikan berkualitas bukan lagi pilihan, melainkan syarat mutlak untuk mencapai kepemimpinan yang optimal.
Acara itu tak hanya membahas soal kepemimpinan dan pendidikan. Ada juga gagasan segar yang mengemuka, kali ini terkait pariwisata. Seorang peserta bernama Appi mengusulkan sinergi yang lebih erat antara Makassar dan Kabupaten Barru.
“Kita bisa bikin event atau corner promosi wisata. Kegiatannya dilaksanakan di Makassar, sementara kunjungan wisatanya diarahkan ke Kabupaten Barru,” ujar Appi.
Ide ini dinilai cukup cerdas. Dengan memanfaatkan keramaian dan aksesibilitas Makassar sebagai kota metropolitan, promosi destinasi unggulan Barru bisa lebih masif. Harapannya jelas: mendongkrak kunjungan wisata dan memperkenalkan potensi daerah itu ke khalayak yang lebih luas. Sebuah langkah praktis yang bisa menghubungkan dinamika perkotaan dengan pesona daerah.
Artikel Terkait
Kemlu Selidiki Dugaan Keterlibatan WNI dalam Penangkapan 2.251 Pelaku Penipuan Daring di Malaysia
Pentagon Rilis 162 Dokumen UFO untuk Publik, Trump Klaim Wujudkan Transparansi Penuh
Ribuan Warga Padati Jalanan Bogor Saksikan Pawai Budaya Milangkala Tatar Sunda
Pendiri Ponpes di Pati Tersangka Pemerkosaan Santri, Akui Perbuatan Setelah Ditangkap