Untuk pertama kalinya, Kim Ju Ae mengunjungi mausoleum tempat kakek dan buyutnya dimakamkan. Kunjungan sang putri pemimpin ini bukan sekadar kunjungan keluarga biasa. Banyak yang melihatnya sebagai sinyal kuat tentang posisinya di masa depan sebagai calon penerus tahta Korea Utara.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikutip AFP, Jumat lalu, Kim Jong Un hadir di Istana Matahari Kumsusan didampingi para pejabat tinggi. Yang menarik, dalam rombongan itu juga terlihat putrinya, Ju Ae.
Ini bukan kali pertama Ju Ae muncul dalam agenda penting ayahnya. Sebenarnya, dia sudah diperkenalkan ke publik global sejak 2022, saat mendampingi Kim Jong Un menyaksikan peluncuran rudal balistik antarbenua.
Sejak itu, media pemerintah di Pyongyang kerap menyapanya dengan sebutan-sebutan khusus. Dia dijuluki "anak kesayangan" dan bahkan "tokoh besar pembimbing" atau hyangdo istilah yang dalam budaya politik Korea Utara biasanya disematkan hanya untuk pemimpin tertinggi dan calon penerusnya.
Artikel Terkait
Hyundai Perkuat Kemitraan dengan FIFA, Tunjuk Son Heung-min dan Robot Boston Dynamics untuk Piala Dunia 2026
H-851, Tongkang Tanpa Mesin Terbesar di Dunia, Pertahankan Gelar hingga 2026
Comeback Curry Capai 9.000 Field Goals, Warriors Tetap Tumbang dari Rockets
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta