Untuk pertama kalinya, Kim Ju Ae mengunjungi mausoleum tempat kakek dan buyutnya dimakamkan. Kunjungan sang putri pemimpin ini bukan sekadar kunjungan keluarga biasa. Banyak yang melihatnya sebagai sinyal kuat tentang posisinya di masa depan sebagai calon penerus tahta Korea Utara.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikutip AFP, Jumat lalu, Kim Jong Un hadir di Istana Matahari Kumsusan didampingi para pejabat tinggi. Yang menarik, dalam rombongan itu juga terlihat putrinya, Ju Ae.
Ini bukan kali pertama Ju Ae muncul dalam agenda penting ayahnya. Sebenarnya, dia sudah diperkenalkan ke publik global sejak 2022, saat mendampingi Kim Jong Un menyaksikan peluncuran rudal balistik antarbenua.
Sejak itu, media pemerintah di Pyongyang kerap menyapanya dengan sebutan-sebutan khusus. Dia dijuluki "anak kesayangan" dan bahkan "tokoh besar pembimbing" atau hyangdo istilah yang dalam budaya politik Korea Utara biasanya disematkan hanya untuk pemimpin tertinggi dan calon penerusnya.
Artikel Terkait
Jenazah Widiasih Ditemukan Nelayan di Perairan Pangandaran Setelah Empat Hari Hilang
Mazda Ringsek Dihajar Kereta Usai Kabur dari Tabrakan Beruntun
BisKita Transpakuan Mogok Lagi, Warga Bogor Kembali Terjebak
Kemendiktisaintek Tegaskan Kasus Nama Alumni Berubah di Database Sudah Tuntas