Dengan persiapan yang nyaris nol, tiga pendaki nekat menantang Gunung Merapi lewat jalur terlarang. Kisahnya berakhir tragis. Dua orang berhasil selamat, namun satu lainnya ditemukan tak bernyawa.
Mereka memulai pendakian pada Sabtu lalu. Baru pada Minggu, seorang bernama Farhan berhasil turun sendirian di area Sapu Angin, Desa Tegalmulyo. Dari situlah cerita bermula. Farhan melaporkan bahwa dua temannya, Panji Rizky dan Aldo, hilang di gunung.
Pusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto, yang terlibat langsung dalam operasi pencarian, menggeleng-geleng mendengar penuturan Farhan.
"Kami temukan fakta, persiapan, perlengkapan, dan lainnya sangat tidak masuk akal untuk mendaki gunung," ujarnya.
Indiarto melanjutkan dengan nada yang masih tak percaya, "Bahkan ada salah satunya yang hanya mengenakan sandal jepit, bawa satu buah tumbler, dan tas kecil yang sangat tidak memadai untuk naik puncak gunung."
Rupanya, ketiganya memilih jalur Kalitalang yang sama sekali bukan jalur resmi pendakian. Meski tahu itu berbahaya, mereka tetap nekat.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Ungkap Trump Berupaya Cari Jalan Akhiri Perang dengan Iran
Pertamina Tegaskan Harga BBM Tak Akan Naik, Imbau Masyarakat Hindari Panic Buying
Jepang dan Indonesia Pererat Kemitraan Strategis di Bidang Ekonomi, Keamanan, dan Energi
Indonesia Desak PBB Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon