Demonstrasi besar-besaran tengah melanda Iran. Aksi ini bermula dari para pedagang di Teheran yang turun ke jalan memprotes kondisi ekonomi yang kian terpuruk. Tak butuh waktu lama, gelombang protes pun menyebar ke berbagai kota lain.
Yang menarik, aksi ini mendapat perhatian khusus dari luar. Badan intelijen Israel, Mossad, secara terbuka menyuarakan dukungannya. Lewat sebuah postingan dalam bahasa Farsi di platform media sosial X, mereka mendesak para demonstran untuk terus bergerak.
"Turunlah ke jalan bersama-sama. Waktunya telah tiba. Kami bersama Anda,"
Begitu bunyi seruan itu, seperti dilaporkan radio militer Israel. Pesannya jelas dan blak-blakan. Mereka bahkan menegaskan dukungannya bukan cuma dari jauh.
"Bukan hanya dari jauh atau melalui kata-kata. Kami juga bersama Anda di lapangan,"
Tambahan kalimat ini membuat seruan Mossad terasa lebih personal dan langsung. Menurut laporan AFP Rabu lalu, seruan itu muncul di tengah meluasnya unjuk rasa yang sudah berlangsung sejak Minggu.
Kondisi ekonominya memang suram. Nilai tukar Rial Iran anjlok terhadap dolar AS. Imbasnya, harga barang-barang impor melambung tinggi dan memukul para pedagang ritel. Inilah pemicu utama kemarahan warga. Kini, aksi tak hanya diikuti pemilik toko. Para mahasiswa pun mulai bergabung, memberi warna baru pada gelombang protes.
Di sisi lain, seruan Mossad ini muncul di saat yang sensitif. Baru saja pekan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu melakukan pembicaraan. Usai pertemuan itu, Trump tidak main-main. Dia memperingatkan Iran akan menghadapi serangan baru jika negeri itu terus mengembangkan program nuklir atau rudal balistiknya.
Jadi, situasinya jadi makin rumit. Ada gejolak dalam negeri yang memanas, dan di saat yang sama, tekanan dari luar justru mengipasi bara itu. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Semua mata tertuju ke Iran.
Artikel Terkait
U.S. Commercial Service Buka Pendaftaran Kompetisi Pitching untuk Startup Indonesia ke Pasar AS
Iran Ancam Balas Setiap Serangan AS, Bahkan yang Terbatas
Satgas Jateng Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional Jelang Idul Fitri
Analis: Kebijakan AS dan Ambisi Israel Perbesar Potensi Konflik Langsung dengan Iran