Di sisi lain, dia menegaskan bahwa bantuan harus diberikan tanpa pandang bulu. Baginya, bencana tidak mengenal batas wilayah atau jabatan.
Bahkan, sebagai simbol empati, Kent menyatakan kesediaannya untuk melepaskan seluruh atribut jabatannya. Yang penting, kata dia, kepedulian kemanusiaan harus diutamakan di atas segalanya.
Menurutnya, ketika Sumatera dan Aceh terluka, seluruh bangsa ikut merasakan duka itu termasuk Jakarta. “Sudah sepantasnya saya yang diberi kepercayaan dan fasilitas oleh negara berdiri di barisan terdepan, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan langkah nyata,” tegas Ketua IKAL PPRA Angkatan LXII itu.
Harapannya, langkah kecil ini bisa menginspirasi banyak pihak. Baik pejabat publik, tokoh masyarakat, maupun warga yang punya kemampuan lebih, untuk ikut membantu.
Begitulah tutupnya. Sebuah ajakan moral yang sederhana, tapi sarat makna.
Artikel Terkait
Mobil Hangus Terbakar Usai Tabrakan di Tol Jagorawi, Diduga Diawali Adu Kecepatan
Jenderal Israel Terbang Diam-diam, Desak AS Serang Iran dalam Dua Bulan
Jalan Berlumpur, Suara Lantang: Bocah SMP di Perbatasan Tuntut Presiden Perbaiki Infrastruktur
Jamur Halusinogen Yunnan: Misteri Kurcaci yang Mengintai di Balik Makanan Lezat