Jenderal Israel Terbang Diam-diam, Desak AS Serang Iran dalam Dua Bulan

- Senin, 02 Februari 2026 | 11:05 WIB
Jenderal Israel Terbang Diam-diam, Desak AS Serang Iran dalam Dua Bulan

Israel rupanya punya keinginan yang cukup gamblang untuk Amerika Serikat. Mereka ingin AS lah yang mengangkat senjata dan menyerang Iran. Tapi, niat itu tampaknya tak sejalan dengan apa yang dipikirkan Gedung Putih. Presiden Donald Trump, menurut laporan, lebih condong ke jalur diplomasi. Tujuannya jelas: menghentikan program nuklir Teheran.

Laporan ini pertama kali beredar lewat media Turki, TRT World, pada Senin (2/2/2026). Sumbernya adalah sejumlah pejabat Israel yang minta identitasnya dirahasiakan. Mereka membocorkan info ini usai sebuah pertemuan rahasia di Pentagon antara jenderal-jenderal puncak AS dan Israel, Jumat (30/1) lalu.

Menariknya, pertemuan itu sendiri nyaris tak terdengar. Baru pada Minggu (1/2) publik tahu bahwa Jenderal Dan Caine, si Ketua Kepala Staf Gabungan AS, bertemu dengan Jenderal Eyal Zamir dari Israel. Zamir sendiri adalah Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel.

Yang bikin makin berasa seperti cerita mata-mata, Zamir disebut terbang ke AS dengan jet pribadi. Bukan pesawat militer. Langkah ini diduga kuat untuk mengelabui deteksi dan menyamarkan kunjungannya. Inti misinya? Membujuk Washington agar bersedia menyerang Iran.

Reuters kemudian mengonfirmasi kabar pertemuan itu, mengutip dua sumber di tubuh pemerintahan AS yang juga enggan disebut namanya. Sayangnya, para pejabat AS itu tutup mulut soal detail pembicaraan antara kedua jenderal di markas besar Departemen Pertahanan AS tersebut.

Di sisi lain, suasana di Israel justru terasa lebih panas. Media lokal KAN melaporkan, begitu pulang dari AS, Zamir langsung menghadiri rapat keamanan yang dipimpin PM Benjamin Netanyahu. Rapat yang dihadiri juga oleh Direktur Mossad David Barnea dan sejumlah pejabat senior ini jelas membahas sesuatu yang serius.

Dan dalam forum tertutup itu, Zamir memberikan prediksinya yang cukup mencengangkan.

Dia menyebut AS akan melancarkan serangan militer ke Iran dalam kurun "dua minggu hingga dua bulan" ke depan.

"Ini adalah periode ketidakpastian," kata Zamir, seperti dikutip Army Radio Israel.

Kalimat singkat itu, di tengah rapat dengan Netanyahu, seolah menggambarkan sebuah ketegangan yang sedang menumpuk. Sebuah penantian yang membuat semua pihak menahan napas.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar