Seorang siswa SMP berdiri di tengah jalan berlumpur, tanpa alas kaki. Tangannya memegang poster, suaranya lantang menuntut perbaikan. Video aksinya itu kini viral, menyorot keprihatinan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Peristiwa ini terjadi Sabtu lalu, di ruas jalan antara Pa' Kebuan dan Long Umung, Krayan. Jalanannya benar-benar parah. Bukan aspal, melainkan tanah liat becek yang dipenuhi kubangan dalam. Bukan medan yang mudah untuk dilalui, apalagi untuk berorasi.
Gilbert Christian, siswa kelas 2 SMP Negeri 1 Krayan Timur itu, terpaksa melepas sepatunya. Agar bisa berdiri lebih stabil di atas lumpur. Ia didampingi belasan warga Krayan Timur yang mengenakan atribut adat Dayak Lundayeh. Poster yang mereka bentangkan berisi tuntutan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Intinya satu: perhatikan pembangunan di wilayah kami.
Bagi Gilbert dan kawan-kawannya, ada yang lebih mendesak daripada program pemerintah. "Kami tidak membutuhkan makanan bergizi gratis, melainkan membutuhkan perbaikan jalan!" serunya.
Kalimat itu seperti suara hati banyak warga di sana.
Artikel Terkait
Pembicaraan Rahasia AS-Israel di Pentagon: Diplomasi atau Serangan ke Iran?
Hakim MK Arief Hidayat Usul Gaji Pensiunan Hakim Naik 10 Persen, Seperti di Aljazair
Prabowo Tutup Keran Ekspor Jelantah, Fokus Sawit untuk Kedaulatan Energi
Prabowo Ingatkan Konsekuensi Pahit di Balik Pilihan Nonblok Indonesia