Seorang siswa SMP berdiri di tengah jalan berlumpur, tanpa alas kaki. Tangannya memegang poster, suaranya lantang menuntut perbaikan. Video aksinya itu kini viral, menyorot keprihatinan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Peristiwa ini terjadi Sabtu lalu, di ruas jalan antara Pa' Kebuan dan Long Umung, Krayan. Jalanannya benar-benar parah. Bukan aspal, melainkan tanah liat becek yang dipenuhi kubangan dalam. Bukan medan yang mudah untuk dilalui, apalagi untuk berorasi.
Gilbert Christian, siswa kelas 2 SMP Negeri 1 Krayan Timur itu, terpaksa melepas sepatunya. Agar bisa berdiri lebih stabil di atas lumpur. Ia didampingi belasan warga Krayan Timur yang mengenakan atribut adat Dayak Lundayeh. Poster yang mereka bentangkan berisi tuntutan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Intinya satu: perhatikan pembangunan di wilayah kami.
Bagi Gilbert dan kawan-kawannya, ada yang lebih mendesak daripada program pemerintah. "Kami tidak membutuhkan makanan bergizi gratis, melainkan membutuhkan perbaikan jalan!" serunya.
Kalimat itu seperti suara hati banyak warga di sana.
Artikel Terkait
Warga Negara Irak Jadi Tersangka Pembunuhan Eks Istri Siri di Bambu Apus
Arus Balik Lebaran Mulai Terasa, Puncak Diprediksi 24 Maret
Arus Balik Lebaran Mulai Deras, 41 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta Pagi Ini
Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Bandara dengan Layanan Imigrasi Terbaik Dunia