MANADO – Menjelang puncak perayaan Natal dan Tahun Baru, pasokan gas elpiji tabung 3 kilogram di Sulawesi Utara mendapat tambahan stok. PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggelontorkan puluhan ribu tabung ekstra untuk mengamankan kebutuhan rumah tangga.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan, konsumsi LPG melonjak signifikan saat libur panjang. Masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, berkumpul keluarga, dan tentu saja, masak-memasak jadi lebih intens. Nah, untuk mengantisipasi hal itu, Pertamina mengalokasikan tambahan 151.751 tabung.
Deny Sukendar, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, membeberkan rinciannya. Penyaluran tabung tambahan ini sudah digulirkan sejak 10 Desember dan akan berlangsung hingga 25 Desember 2025.
“Kami ingin memastikan distribusi berjalan optimal, terutama di momen-momen yang berpotensi meningkatkan konsumsi seperti sekarang,” jelas Deny.
“Penambahan alokasi ini diharapkan bisa mencukupi. Intinya, kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman selama liburan.”
Ia menegaskan, proses pengiriman ke berbagai titik penyalur akan dipantau ketat. Tujuannya agar tabung lebih mudah dijangkau dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan.
Namun begitu, upaya ini tidak bisa berjalan sendirian. Pertamina mengaku telah berkoordinasi dengan pemda, aparat, dan para agen penyalur. Kerja sama ini penting agar distribusi tepat sasaran dan sesuai aturan yang berlaku.
Di sisi lain, ada pesan khusus untuk konsumen. Deny mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak.
“Mari membeli sesuai kebutuhan saja. Dan yang tak kalah penting, gunakanlah tabung gas ini sesuai peruntukannya,” pungkasnya.
Dengan langkah antisipatif ini, diharapkan momen sukacita Natal dan Tahun Baru di Sulut tidak terusik oleh kekhawatiran soal ketersediaan bahan bakar untuk memasak.
Artikel Terkait
IHSG Siang Ini Menguat 0,65 Persen ke 7.102,72, Ditopang Sektor Non-Keuangan
OJK: Arus Dana Asing Keluar Akibat Geopolitik Global, Bukan Fundamental Ekonomi Domestik
IHSG Dibuka Menguat 0,41 Persen ke 7.086, Seluruh Sektor Hijau di Awal Perdagangan
BNI Peringatkan Nasabah soal Modus Penipuan Digital yang Incar Data Sensitif Perbankan