Seorang siswa SMP berdiri di tengah jalan berlumpur, tanpa alas kaki. Tangannya memegang poster, suaranya lantang menuntut perbaikan. Video aksinya itu kini viral, menyorot keprihatinan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Peristiwa ini terjadi Sabtu lalu, di ruas jalan antara Pa' Kebuan dan Long Umung, Krayan. Jalanannya benar-benar parah. Bukan aspal, melainkan tanah liat becek yang dipenuhi kubangan dalam. Bukan medan yang mudah untuk dilalui, apalagi untuk berorasi.
Gilbert Christian, siswa kelas 2 SMP Negeri 1 Krayan Timur itu, terpaksa melepas sepatunya. Agar bisa berdiri lebih stabil di atas lumpur. Ia didampingi belasan warga Krayan Timur yang mengenakan atribut adat Dayak Lundayeh. Poster yang mereka bentangkan berisi tuntutan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Intinya satu: perhatikan pembangunan di wilayah kami.
Bagi Gilbert dan kawan-kawannya, ada yang lebih mendesak daripada program pemerintah. "Kami tidak membutuhkan makanan bergizi gratis, melainkan membutuhkan perbaikan jalan!" serunya.
Kalimat itu seperti suara hati banyak warga di sana.
Artikel Terkait
Bahar bin Smith Resmi Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Banser
Masjid Jadi Titik Terang di Tengah Reruntuhan Longsor Cisarua
Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Jadi Sorotan Gedung Putih
KPK Periksa Penilai Pajak dan Staf Perusahaan Terkait Dugaan Suap di Kantor Pajak Jakarta Utara