Seorang siswa SMP berdiri di tengah jalan berlumpur, tanpa alas kaki. Tangannya memegang poster, suaranya lantang menuntut perbaikan. Video aksinya itu kini viral, menyorot keprihatinan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Peristiwa ini terjadi Sabtu lalu, di ruas jalan antara Pa' Kebuan dan Long Umung, Krayan. Jalanannya benar-benar parah. Bukan aspal, melainkan tanah liat becek yang dipenuhi kubangan dalam. Bukan medan yang mudah untuk dilalui, apalagi untuk berorasi.
Gilbert Christian, siswa kelas 2 SMP Negeri 1 Krayan Timur itu, terpaksa melepas sepatunya. Agar bisa berdiri lebih stabil di atas lumpur. Ia didampingi belasan warga Krayan Timur yang mengenakan atribut adat Dayak Lundayeh. Poster yang mereka bentangkan berisi tuntutan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Intinya satu: perhatikan pembangunan di wilayah kami.
Bagi Gilbert dan kawan-kawannya, ada yang lebih mendesak daripada program pemerintah. "Kami tidak membutuhkan makanan bergizi gratis, melainkan membutuhkan perbaikan jalan!" serunya.
Kalimat itu seperti suara hati banyak warga di sana.
Artikel Terkait
Bekal Sisa Lebaran Warnai Piknik Keluarga di Ancol
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bandara Lombok Diprediksi 29 Maret
Ancol Jadi Pilihan Warga Hindari Macet dan Boros Saat Libur Lebaran
Ancol Jadi Alternatif Warga Jabodetabek Hindari Macet Puncak Saat Lebaran