Hari kedua Lebaran, kawasan Ancol di Jakarta Utara ramai didatangi pengunjung. Ternyata, banyak yang sengaja memilih tempat ini sebagai pelarian dari kemacetan parah yang biasa terjadi di jalur menuju Puncak, Bogor. Selain dekat, harganya juga dianggap lebih bersahabat.
Seperti Akmal, warga Tangerang berusia 35 tahun ini. Usai memenuhi kewajiban silaturahmi di hari pertama, ia langsung mengajak tujuh anggota keluarganya berangkat ke Ancol. "Hari pertama kita keliling ke saudara dulu. Nah, hari kedua baru kita liburan," katanya, Minggu (22/3/2026).
Anak-anak terlihat antusias. Mereka sudah tak sabar menikmati pasir dan angin pantai. Menurut Akmal, selain faktor jarak yang relatif dekat, biaya menjadi pertimbangan utama. Ia bahkan membawa tenda sendiri agar bisa lebih leluasa bersantai.
"Kalau ke sini paling habis sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Sudah sama makan, tiket masuk, sama bensin," ujarnya sambil memperkirakan.
Faktor kemacetan jelas menghantui. Bayangan jalanan macet total menuju Puncak sepertinya cukup jadi alasan kuat untuk mencari alternatif lain. "Kalau ke Puncak sepertinya sudah padat banget," tambah Akmal. Lagipula, anak-anaknya memang lebih suka bermain air dan pasir daripada terjebak di dalam mobil.
Jadi, bagi banyak keluarga seperti milik Akmal, Ancol jadi pilihan yang masuk akal. Dekat, terjangkau, dan yang paling penting: bisa menghindari stres di jalan.
Artikel Terkait
Tanah Longsor di Tapanuli Utara Akibat Hujan Deras, Dua Orang Tewas dan Jalan Nasional Putus
Menteri Agama Ajak Masyarakat Lawan Hoaks yang Ganggu Kerukunan Beragama
Gubernur Pramono Anung Terbitkan Aturan Baru, Wajibkan Warga Jakarta Pilah Sampah dari Rumah Disertai Sanksi
Persijap Jepara di Ambang Degradasi, Mario Lemos Desak Tim Bangkit Lawan Persita