Hari kedua Lebaran, kawasan Ancol di Jakarta Utara ramai didatangi pengunjung. Banyak warga, seperti Akmal dari Tangerang, memilih tempat wisata ini sebagai pelarian setelah sehari sebelumnya berkeliling silaturahmi. "Hari pertama kita keliling ke saudara dulu," katanya.
"Nah, hari kedua baru kita liburan," ujar pria 35 tahun itu, ditemui Minggu lalu. Ia datang bersama tujuh anggota keluarganya, termasuk anak-anak, untuk menikmati suasana pantai.
Alasannya sederhana. Selain dekat dari rumah, biaya ke Ancol masih terbilang terjangkau baginya. Akmal bahkan membawa tenda sendiri agar bisa bersantai lebih leluasa. Menurut perkiraannya, pengeluaran untuk satu hari itu tak sampai membuat kantong jebol.
"Kalau ke sini paling habis sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Sudah sama makan, tiket masuk, sama bensin," jelasnya.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kemacetan. Jalur menuju Puncak, Bogor, terkenal sangat padat saat libur panjang seperti ini. Daripada terjebak macet berjam-jam, Akmal merasa lebih baik mencari destinasi yang mudah dijangkau. Lagipula, anak-anaknya tampak lebih antusias main air dan pasir daripada berkendara jauh.
"Kalau ke Puncak sepertinya sudah padat banget," tambahnya. "Anak-anak juga lebih senang main di pantai."
Jadi, bagi banyak keluarga, Ancol menjadi alternatif yang praktis. Dekat, harganya tidak bikin pusing, dan yang paling penting: bisa menghindari kemacetan parah di jalur wisata lainnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Guru yang Tanamkan Nilai dan Etika Tak Tergantikan AI
WHO Konfirmasi Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius Akibat Virus Andes yang Langka
Serangan Israel Tewaskan Komandan Senior Pasukan Radwan Hizbullah di Beirut
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada 6-8 Mei 2026