"Mereka mempromosikan jasanya lewat situs online. Calon pasien yang tertarik lalu diarahkan untuk chat ke admin lewat WhatsApp," jelas Edy.
"Di sanalah syarat dan prosedur dibicarakan lebih lanjut."
Sampai saat ini, polisi sudah menciduk lima orang pelaku. Penggerebekan di apartemen itu juga menghasilkan barang bukti yang cukup mengerikan. Alat-alat medis yang digunakan secara sembarangan, hingga kapas dan peralatan lain yang masih bernoda darah pasien, berhasil diamankan.
"Kami temukan sisa darah dan berbagai peralatan aborsi saat olah TKP," pungkas Edy, melengkapi penjelasan.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Motif Cemburu di Balik Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Musik Indonesia Timur Mendominasi Tren Digital, Didorong Kecocokan dengan Platform Seperti TikTok
Iran Luncurkan Rudal ke Yerusalem, Israel Klaim Berhasil Patahkan Sebagian
Kim Jong Un Tegaskan Status Nuklir Korea Utara Harga Mati, Sebut Korsel Musuh Utama