"Mereka mempromosikan jasanya lewat situs online. Calon pasien yang tertarik lalu diarahkan untuk chat ke admin lewat WhatsApp," jelas Edy.
"Di sanalah syarat dan prosedur dibicarakan lebih lanjut."
Sampai saat ini, polisi sudah menciduk lima orang pelaku. Penggerebekan di apartemen itu juga menghasilkan barang bukti yang cukup mengerikan. Alat-alat medis yang digunakan secara sembarangan, hingga kapas dan peralatan lain yang masih bernoda darah pasien, berhasil diamankan.
"Kami temukan sisa darah dan berbagai peralatan aborsi saat olah TKP," pungkas Edy, melengkapi penjelasan.
Artikel Terkait
Polisi Coba Pendekatan Religi untuk Atasi Pemotor Lawan Arah di Lebak Bulus
Prasetyo Hadi Bantah Ada Tokoh Oposisi dalam Pertemuan Tertutup Prabowo
Wamen Sosial: Sekolah Rakyat Harus Cetak Lulusan Tangguh Hadapi Zaman
Polres Kuansing Hanguskan Belasan Rakit Penambang Emas Ilegal