Prasetyo Hadi Bantah Ada Tokoh Oposisi dalam Pertemuan Tertutup Prabowo

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:05 WIB
Prasetyo Hadi Bantah Ada Tokoh Oposisi dalam Pertemuan Tertutup Prabowo

Malam Jumat di Kertanegara ternyata ramai. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memang menggelar pertemuan di kediamannya. Tapi, soal isu bahwa yang hadir adalah tokoh oposisi? Pras dengan tegas membantah.

"Ndak, ndak ada yang oposisi," ujarnya kepada para wartawan di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Sabtu (31/1/2026) lalu. Suaranya terdengar jelas menepis spekulasi.

Menurut Pras, yang hadir malam itu adalah sejumlah tokoh masyarakat. Pertemuannya sendiri berlangsung cair, lebih berupa dialog untuk mendengarkan masukan sekaligus penjelasan soal program-program pemerintah. "Bapak Presiden terbuka untuk berdialog," katanya.

Dia menegaskan, arah pembicaraan pasti mengutamakan kepentingan negara. "Semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, orientasi untuk kepentingan bangsa dan negara," lanjut Pras meyakinkan.

Lalu, siapa saja yang hadir?

Pras kemudian menyebut beberapa nama. Di antaranya, Peneliti Utama Politik BRIN, Profesor Siti Zuhro, yang membahas masalah kepemiluan. Juga hadir mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, untuk diskusi soal penegakan hukum. "Macam-macam di situ ada beberapa banyak," tuturnya singkat. Satu hal yang ditekankan: tak ada satupun ketua umum partai politik yang datang malam itu.

Namun begitu, kabar tentang pertemuan ini punya versi lain yang sempat beredar lebih dulu. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut pertemuan itu dihadiri oleh "tokoh-tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi."

Sjafrie bercerita saat memberikan materi di Cibodas, Bogor. Katanya, pertemuan membahas tata kelola negara yang baik oleh seluruh pihak. Dia menyinggung soal kondisi negara yang kerap tidak diuntungkan, dari pemanfaatan sumber daya alam hingga perputaran keuangan.

Tapi ketika didesak awak media untuk menyebut nama-nama tokoh tadi, Sjafrie mengaku tidak tahu persis. "Saya tidak tahu namanya, lupa ya," ujarnya.

Meski lupa nama, dia punya kesimpulan. "Yang saya tahu bahwa tokoh-tokoh itu menyatakan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali."

Jadi, ada dua pernyataan resmi yang sedikit berbeda nada. Prasetyo Hadi menyangkal keras unsur oposisi, sementara Sjafrie justru mengawali ceritanya dengan istilah itu walau akhirnya dia juga menyatakan bahwa para tokoh tersebut menegaskan tidak ada lagi oposisi. Yang jelas, Presiden Prabowo aktif berkomunikasi. Dengan siapa dan untuk apa, rupanya masih bisa ditafsirkan berbeda.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler