KUR BRI Tembus Rp178 Triliun, Sektor Produksi Jadi Penerima Terbesar

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:45 WIB
KUR BRI Tembus Rp178 Triliun, Sektor Produksi Jadi Penerima Terbesar

Sepanjang 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR yang nilainya fantastis: Rp178,08 triliun. Dana segitu tentu bukan angka main-main. Yang menarik, aliran dananya ternyata punya pola yang jelas. Lebih dari 60 persennya, tepatnya 64,49%, mengalir deras ke sektor-sektor produksi. Mulai dari pertanian, perikanan, sampai industri pengolahan.

Fokus ini bukan tanpa alasan. Menurut Akhmad Purwakajaya, Direktur Micro BRI, langkah ini sejalan dengan komitmen bank untuk mendukung program prioritas pemerintah. Tujuannya jelas, mendorong usaha yang bisa menyerap tenaga kerja dan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"BRI terus berupaya mendorong pertumbuhan sektor UMKM agar tetap sehat dan berkelanjutan sebagai tulang punggung perekonomian nasional," jelas Purwakajaya.

Ia menambahkan, "BRI pun menyalurkan pembiayaan KUR disertai dengan pendampingan, sehingga pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga kapasitas usaha yang semakin kuat sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat."

Nah, kalau dilihat lebih detail, sektor pertanian masih jadi juaranya. Kontribusinya mencapai Rp80,09 triliun atau hampir 45% dari total penyaluran KUR BRI tahun lalu. Angka ini, bagi banyak pihak, merefleksikan betapa seriusnya BRI dalam menguatkan sektor riil.

Di sisi lain, sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI merasa punya tanggung jawab ekstra. Mereka harus memastikan setiap rupiah dikelola dengan prudent, transparan, dan akuntabel. Maklum saja, sumber dana KUR ini seratus persen berasal dari dana perbankan alias uang masyarakat yang dihimpun. Kualitas kreditnya wajib dijaga ketat.

Yang juga patut dicatat adalah jangkauannya. Ternyata, penetrasi KUR BRI ke rumah tangga makin meluas. Hingga akhir Desember 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga sudah mengakses fasilitas ini. Angkanya naik terus, lho. Bandingkan dengan 2023 yang 15 rumah tangga dan 2024 sebanyak 17 rumah tangga.

Kalau ditarik lebih jauh lagi, sejak 2015, BRI sudah menyalurkan KUR kumulatif senilai Rp1.435 triliun. Dana sebesar itu telah menyentuh 46,4 juta penerima. Sebuah perjalanan panjang yang, menurut sejumlah pengamat, memang konsisten dengan pilar Asta Cita bank: penguatan ekonomi rakyat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar