Di Banten, setidaknya ada 14 pabrik pakan ternak yang beroperasi. Fakta ini jadi salah satu pendorong ambisi pemerintah setempat untuk menggenjot produksi jagung lokal. Nah, targetnya cukup jelas: pada 2026 nanti, mereka ingin panen jagung pipil kering mencapai 52.000 ton.
Gubernur Andra Soni punya visi yang tegas. Ia ingin Banten tak lagi bergantung pada daerah lain, bahkan berperan sebagai produsen jagung utama di tingkat nasional. Harapannya, hasil bumi Banten bisa mencukupi kebutuhan industri dan pertanian di wilayahnya sendiri dulu.
"Minimal untuk kebutuhan sendiri,"
ucap Andra dalam acara Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Poktan Mekarjaya, Kabupaten Lebak, Selasa lalu.
Di sisi lain, posisi geografis Banten dinilai sangat strategis. Kedekatannya dengan kawasan aglomerasi Jakarta membuka peluang besar. Bayangkan, Banten bisa menjadi pemasok utama untuk memenuhi kebutuhan pangan ibu kota dan sekitarnya. Jarak yang dekat tentu akan memotong biaya logistik, memberi keunggulan harga yang signifikan.
"Kalau menjadi pemasok produk ke daerah aglomerasi, secara jarak dan biaya logistik kita diuntungkan,"
tambahnya.
Untuk mewujudkan ini, Pemprov tak bisa bekerja sendirian. Mereka akan berkoordinasi dengan para bupati, wali kota, hingga pengembang. Tujuannya satu: memanfaatkan lahan-lahan kosong yang masih terbengkalai. Andra juga menyampaikan apresiasinya.
"Terima kasih kepada pemilik lahan yang telah memberikan izin lahannya untuk digunakan. Apresiasi atas pemanfaatan lahan kosong ini. Juga terima kasih untuk Polda Banten yang terus menggugah semangat kita untuk bertanam jagung,"
tuturnya.
Sementara itu, dari sisi teknis, Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, memberikan penjelasan. Pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kontribusi untuk ketahanan pangan nasional, tak hanya dari beras.
"Bukan saja padi, tetapi termasuk juga jagung. Provinsi Banten juga mulai mengembangkan tebu,"
jelas Nasir.
Menurutnya, keempat belas pabrik pakan ternak yang ada itu punya kebutuhan besar: sekitar 4.000 ton jagung per hari! Didukung Kementan, rencananya sekitar 9.000 hektar lahan kosong akan dihidupkan kembali untuk budidaya jagung. Angka 52.000 ton pipil kering itu bukan sekadar wacana, tapi target konkret yang mereka kejar.
"Target produksi yang kita harapkan 52.000 ton jagung pipil kering,"
ungkap Nasir menegaskan.
Artikel Terkait
Pemerintah Diversifikasi Pasokan Energi dan Pupuk Antisipasi Gejolak Global
Kereta Jakarta-Surabaya Dihiasi Lukisan Seniman Muda, Kolaborasi Kemenparekraf dan KAI
PLN Catat Indeks Kepuasan 89,5 dari Program Pemberdayaan Perempuan Srikandi Movement
Presiden Prabowo dan PM Australia Bahas Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea